HMI Tolitoli Minta Polres Lakukan Penindakan Terhadap Galian C Diduga Ilegal di Desa Basi

oleh -
HMI Tolitoli
Ketua HMI Cabang Tolitoli, Ardan. FOTO : IST

TOLITOLI, WARTASULAWESI.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli, meminta kepala Polres Tolitoli untuk melakukan penindakan terhadap Galian C diduga illegal di Desa Basi, Kecamatan Basidondo karena diduga tidak mengantongi izin resmi.

“Saya sebagai Ketua HMI Cabang Tolitoli, meminta agar Kapolres Tolitoli melakukan penindakan dan mengungkap pelaku Galian C Desa Basi yang diduga kuat illegal,” ujar Ketua HMI Cabang Tolitoli, Ardan kepada wartasulawesi.com, Rabu (7/9/2022).

Menurut Ardan, seharusnya Polres Tolitoli bertindak cepat dan tranfaran menyikapi adanya dugaan Galian C illegal yang sudah pasti merugikan negara, karena tidak membayar pajak dari hasil kegiatan diduga illegal itu.

Apalagi kata Ardan, temuan Jaringan Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah dari hasil Kroscek Geoportal ESDM Sulawesi Tengah, nama perusahaan tidak ditemukan di Desa Basi lokasi Galian C diduga ielagal itu. Hal ini sejalan dengan pengakuan dari pengawas di lapangan perusahaan yang melakukan aktivitas bahwa memang Galian C Desa Basi itu tidak memiliki izin.

“Dari hasil penelurusan media dan hasil kroscek JATAM, seharusnya Polres Tolitoli sudah bertindak,” tegasnya.

Ardan mengatakan, jika Kapolres Tolitoli tidak serius menangani Galian C diduga illegal di Desa Basi, maka itu akan berpotensi melahirkan penambang – penambang galian C illegal lainnya.

Olehnya, Ardan meminta agar Polres Tolitoli segerah menindak lanjuti dugaan Galian C ilegal tersebut, karena ini bagian dari perintah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk memberatas segala kejahatan.

“Kapolres Tolitoli jangan hanya diam menyikapi maraknya pemberitaan terkait aktivitas Galian C diduga illegal di Desa Basi itu, tapi lakukan penindakan dan mengungkap siapa pemilik perusahaan itu,” pintanya.

Ardan menilai, jika Kapolres Tolitoli dan penegak hukum lainnya tidak bertindak cepat dan transparan dalam mengungkap pelaku Galian C diduga illegal di Desa Basi, maka itu sama dengan telah mencederai penegakkan hukum di negara ini.

“Masyarakat akan berfikir macam – macam terhadap kapolres dan penegak hukum lainnya, jika hanya diam menyikapi adanya Galian C diduga illegal di Desa Basi itu,” ujarnya.

Apalagi kata Ardan, sudah sangat jelas di dalam Undang – Undang Nomor 3 tahun 2022 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba) bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin resmi bisa dipidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp100 miliar.

“Kalau Polres Tolitoli tidak serius menangani Galian C diduga illegal di Desa Basi, maka Polres Tolitoli patut dipertanyaan dan HMI akan bertindak dengan caranya sendiri agar polres bekerja dengan serius,” tandasnya. ADR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.