Wakil Rektor Untad : Disertasi Hasto Kristiyanto Tentang Pemikiran Geopolitik Soekarno Bisa Jadi Rujukan Pertahanan Nasional

oleh -
oleh
Wakil Rektor Untad
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengambangan dan Kerjasama Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM –Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengambangan dan Kerjasama Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng menyebut, disertasi Hasto Kristiyanto dengan judul “Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negara” dapat menjadi rujukan para pengambil keputusan dalam menata pertahanan nasional dan membangun stabilitas global.

“Bahkan menjadi bacaan wajib bagi siapapun yang ingin mendalami pemikiran Soekarno. Meskipun bukan disertasi sejarah, tetapi di dalamnya sarat dengan informasi historis yang memiliki relevansi dengan dinamika kontemporer,” ujar Prof Amar.

Prof Amar berharap, disertasi ini segera diformat dan dikemas dalam bentuk buku agar dengan mudah diakses oleh banyak orang sekaligus memberi keseimbangan narasi terhadap bahan bacaan yang cenderung melihat sisi negarif dan mereduksi peran besar Soekarno dalam pergumulan politik.

Menurut Prof Amar, apa yang disampaikan Hasto dalam disertasinya menyadarkan dan memberikan penguatan bahwa Soekarno memiliki gagasan besar yang tidak terbatas pada memajukan dan menyatukan Indonesia, tetapi juga menciptakan perdamaian dunia.

Sehingga kata Prof Amar, sangat beralasan dan perlu diamini ketika Hasto menilai pengaruh pemikiran Soekarno terhadap dunia sangat besar, terutama atas pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok yang ikut mengubah sistem internasional.

KAA diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. KAA berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan bersama, terutama kedaulatan negara-negara Asia Afrika dalam melawan imperialisme dan rasialisme.

“Dari situ, banyak negara-negara di Benua Afrika dan Asia yang masih dijajah, menjadi merdeka. KAA mampu mendorong pengentasan kolonialisme,” kata Prof Amar.

Dikatakan, Eksplanasi Hasto tentang pengaruh Bung Karno terhadap kemerdekaan negara-negara Afrika dan Timur Tengah, sangat menarik dan memberi inspirasi betapa kepentingan global dikedapankan, dibanding kepentingan dalam negeri.

Bung Karno secara nyata menunjukkan sikap berani dengan mengabaikan resiko terhadap kemungkinan ancaman dari Prancis, yang tampak pada dukungan secara aktif terhadap kemerdekaan Aljazair dengan cara menyeludupkan senjata, yang seharusnya dipakai untuk membebaskan Irian Barat.

Pemikiran Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri yang disampaikan Hasto diakhir pesannya menunjukkan kebesaran jiwa seorang ibu bangsa yang tidak memiliki dendam pasca kepemimpinan Soeharto. Megawati menyatakan bahwa seorang pemimpin haruslah tetap dihargai jangan diperlakukan semena-mena, cukuplah Soekarno menghadapi hal tersebut dan jangan ada lagi pemimpin bangsa ini diperlakukan seperti Soekarno.

“Sebuah contoh kehidupan yang patut diteladani dan menggambarkan jiwa besar dalam membangun bangsa dan negara yang kita cintai. Merdeka..Merdeka..Merdeka,” tandas Prof Amar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.