PSI Sulteng Tunda Rakorwilsus, Fokus Bantu Korban Gempa di Empat Daerah

oleh -38 views
oleh
IMG 20260617 WA0073
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali dan Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah menunda pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Penundaan Rakorwilsus dilakukan atas arahan langsung Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran pengurus PSI Sulawesi Tengah.

“Ketua Harian DPP, Ahmad Ali, minta ditunda. Tidak elok kita berkegiatan, sementara masyarakat dilanda bencana. Dan semalam sudah kami rapatkan, membahas penundaan Rakorwilsus sebagai bentuk solidaritas,” kata Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, saat dihubungi, Rabu (17/6/2026).

Menurut Agus, hingga kini belum ada jadwal baru pelaksanaan Rakorwilsus. PSI memilih menunggu hingga situasi pascagempa kembali normal sebelum menetapkan waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Setelah situasi sudah normal pokoknya. Hari dan tanggalnya belum bisa dipastikan,” ujarnya.

PSI juga menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Sulawesi Tengah. Empat daerah yang terdampak cukup parah yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.

“Pengurus PSI turut berdukacita atas musibah bencana gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kami di Sulteng. Semoga kita diberi ketabahan dan kekuatan,” ucap Agus.

Saat ini PSI mengalihkan fokus kegiatan organisasi untuk membantu penanganan bencana. Tim medis dan relawan PSI telah diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak, termasuk Kabupaten Sigi, hanya beberapa jam setelah gempa terjadi.

“Hari ini, PSI Sulteng mengantar bantuan bahan-bahan pangan ke Kabupaten Sigi, khususnya dua kecamatan yakni Palolo dan Nokilalaki. Dua kecamatan ini sangat parah kerusakan rumah warga,” jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, PSI juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak, terutama anak-anak. Program tersebut bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis warga pascagempa.

Di sisi lain, tim PSI di lapangan terus melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat terdampak guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan.

“Data-data warga terdampak di empat daerah sudah beberapa yang masuk ke kami. Kami menunggu lengkap untuk proses distribusi bantuan,” pungkas Agus. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.