PALU, WARTASULAWESI.COM – Menjelang verifikasi faktual untuk menghadapi kontestasi politik Pemilu 2029, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah meluncurkan mobile Kartu Tanda Anggota (KTA) berbasis teknologi.
Terobosan ini ditujukan untuk mempercepat registrasi anggota, menjaring kader baru sekaligus memodernisasi pengelolaan data keanggotaan PSI di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Ketua DPW PSI Sulteng Syafiah Basir, S.IP., M.IP., mengatakan mobile KTA tersebut merupakan bagian dari strategi PSI Sulteng untuk menjangkau kader dan calon anggota hingga ke pelosok daerah.
“Mobile layanan KTA ini diluncurkan DPW PSI Sulteng untuk menjemput kader di seluruh pelosok daerah ini. Target kita 150 ribu KTA agar bisa memenangkan PSI di Bumi Sulteng,” kata Syafiah Basir, Rabu (7/10/2026).
Menurut Syafiah, masyarakat maupun kader sebenarnya dapat melakukan registrasi secara mandiri menggunakan perangkat Android melalui layanan WhatsApp. Namun, kondisi geografis dan keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah Sulteng membuat langkah jemput bola tetap diperlukan.
“Kita harus jemput bola dengan mendatangi kader di pelosok dan calon anggota baru, untuk memastikan registrasi keanggotaannya melalui KTA terlaksana,” ujarnya.
Syafiah menegaskan, kehadiran mobile KTA menjadi bagian dari upaya PSI Sulteng memodernisasi administrasi keanggotaan sekaligus mempercepat konsolidasi politik dengan memanfaatkan teknologi digital.
“PSI sebagai partai super terbuka (Tbk) membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh simpatisan dan masyarakat Sulteng, termasuk milenial dan Gen Z, untuk bergabung dan mengambil peran politik untuk berjuang bersama melanjutkan visi pembangunan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi),” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Data dan Cyber DPW PSI Sulteng, Subagio, S.Kom., mengatakan mobile KTA dirancang untuk memudahkan simpatisan, kader maupun masyarakat yang ingin bergabung dengan PSI.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat proses perekrutan dan kaderisasi partai juga harus beradaptasi dengan sistem digital.
“Tujuan utama diluncurkannya mobile KTA PSI Sulteng untuk memodernisasi sistem kaderisasi dan keanggotaan serta mempermudah masyarakat dalam berpolitik di era digitalisasi,” ujarnya.
Subagio menuturkan, peluncuran mobile KTA tersebut juga tidak terlepas dari komitmen Ketua Dewan Penasehat PSI Sulteng Farid Podungge untuk mendorong kemenangan besar PSI pada Pemilu 2029.
“Mobile KTA ini sepenuhnya didukung Ketua Dewan Penasehat Farid Podungge yang ingin memastikan bahwa proses rekrutmen keanggotaan dan kader berjalan maksimal, sesuai target,” katanya.
Sebagai pembeda dari KTA sebelumnya, KTA terbaru PSI dilengkapi QR code dan chip yang menjadi bagian dari penerapan teknologi digital dalam sistem identitas keanggotaan.
Dengan sistem tersebut, PSI Sulteng menargetkan proses pendataan dan perekrutan anggota tidak lagi bergantung sepenuhnya pada administrasi konvensional, tetapi bergerak menuju sistem keanggotaan yang lebih cepat, terukur dan terdigitalisasi. ***







