PALU, WARTASULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atau Pemprov Sulteng,
Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Kabupaten Sigi menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan pengendalian inflasi pada 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengendalikan laju inflasi.
Sulawesi Tengah juga dinilai sebagai salah satu daerah dengan praktik terbaik (best practice) pengendalian inflasi di tingkat regional.
Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulawesi Tengah pada Juni 2026 sebesar 1,08 persen secara bulanan (month to month/mtm) atau 3,83 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Tekanan inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Komoditas pangan seperti cabai rawit, aneka ikan, bawang merah, dan tomat menjadi penyumbang utama inflasi dari kelompok volatile food.
Sementara itu, kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara turut mendorong inflasi dari kelompok administered prices.
Selain faktor domestik, inflasi juga dipengaruhi kondisi global, seperti kenaikan harga emas dunia, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta harga minyak dunia.
Secara spasial, seluruh wilayah cakupan IHK di Sulawesi Tengah mengalami inflasi pada Juni 2026.
Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 2,26 persen, disusul Luwuk 1,16 persen, Kabupaten Morowali 1,04 persen, dan Kota Palu 0,79 persen.
Sementara secara tahunan, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tolitoli sebesar 5,41 persen, disusul Luwuk 5,17 persen, Kota Palu 3,46 persen, dan Kabupaten Morowali 2,82 persen.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna menjelaskan, tekanan inflasi masih dipengaruhi gangguan distribusi pascagempa yang berdampak pada pasokan sejumlah komoditas pangan.
“Kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif angkutan udara juga meningkatkan biaya distribusi sehingga ikut memengaruhi harga barang di pasaran,” ujarnya.
Meski demikian, Bank Indonesia optimistis inflasi Sulawesi Tengah tetap berada dalam kisaran sasaran melalui penguatan sinergi TPID, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta koordinasi kebijakan antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. ***






