Komisi III DPRD Sulteng Koordinasi Terkait Penanganan Banjir di DKI Jakarta

oleh -
Komisi III DPRD Sulteng
Rombongan Komisi III DPRD Sulteng saat melakukan koordinasi antar daerah di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terkait tentang pengendalian dan penanganan normalisasi sungai serta penanganan banjir di DKI Jakarta berlangsung di ruang rapat GTRA, Gedung Balaikota Blok. G lt.XI Jln Medan Merdeka Selatan No. 8 - 9 Jakarta Pusat, Kamis (27/10/22). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG

JAKARTA, WARTASULAWESI.COM – Komisi III DPRD Sulteng melakukan koordinasi antar daerah di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,  terkait tentang pengendalian dan penanganan normalisasi sungai serta penanganan banjir di DKI Jakarta berlangsung di ruang rapat GTRA, Gedung Balaikota Blok. G lt.XI Jln Medan Merdeka Selatan No. 8 – 9 Jakarta Pusat, Kamis (27/10/22).

Kegiatan tersebut dikoordinir Waket I HM. Arus Abdul Karim dan melibatkan seluruh Angggota Komisi III yang terdiri dari Ketua Komisi III Sony Tandra ST, Wakil Ketua Komisi III H Zainal Abidin Ishak, Sekretaris Komisi III Abdul Karim Aljufri dan Anggota Komisi III diantaranya H. Naser Djibran, HB Tiripalu SH, Aminullah BK, Sri Atun, Muhaimin Yunus Hadi SE, serta didampingi Sekwan DPRD Sulteng Siti Rachmi A Singi, S.Sos,.M.Si serta mitra Komisi III dariDinas Lingkungan Hidup (DLH)  Sulteng dengan menghadirkan BPBD DKI Jakarta.

Rombongan diterima Koordinator Urusan Pekerjaan Umum Balaikota Pemprov DKI Jakarta, Rahmat  Muliadi Sahri.

Koordinasi antar daerah di Pemprov DKI tersebut,  berlangsung di ruang rapat GTRA Gedung Balaikota Blok. G lt.XI Jln. Medan Merdeka Selatan No. 8-9 Jakarta Pusat.

Dalam penjelasannya, Rahmat mengungkapkan banjir di wilayah DKI Jakarta terjadi, karena kanal banjir Timur dari kali ciliwung yang melewati tiga sungai besar dari luar Jakarta aliran sungai Mangarai yang berkapasitas 125 mm/hari hanya mampu dialiri kesungai dan tergantung pada sistem  folder pengendali banjir ROB dengan kelengakapan sarana fisik atau kesatuan pengelolaan tata air, tak terpisahkan.

Rachmat menjelaskan, bahwa penanganan banjir di Jakarta jauh lebih cepat dari tahun sebelumnya, namun berbeda jauh dibandingkan dampak banjir pada tahun-tahun sebelumnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.