Anwar Hafid Resmi Pimpin MIPI, Tekankan Inovasi dan Kebenaran dalam Ilmu Pemerintahan

oleh -
oleh
IMG 20260425 WA0107 scaled
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Sabtu (25/4/2026). FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan cita-cita besar para pendiri MIPI.

Mantan Bupati Morowali dua periode ini menekankan pentingnya inovasi agar ilmu pemerintahan tetap relevan dengan dinamika dan tantangan birokrasi saat ini.

“Dilantiknya kita hari ini adalah sinyal penting untuk membangun lebih cepat, bekerja lebih keras untuk mewujudkan cita-cita para pendiri MIPI,” ujar Anwar Hafid.

Anwar Hafid Mantan juga menyoroti pentingnya prinsip kebenaran dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, orientasi birokrasi tidak boleh hanya pada capaian “cukup baik”, tetapi harus berlandaskan pada kebenaran dalam setiap kebijakan.

“Saya sering tekankan kepada rekan-rekan kerja saya, bahwa pemerintahan itu tidak hanya mencapai predikat cukup baik. Tetapi harus benar. Karena yang benar itu pasti baik, tapi yang baik belum tentu benar,” tegasnya.

Anwar Hafid optimistis MIPI dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan birokrasi nasional. Ia berharap organisasi tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan inovatif dan rekomendasi strategis guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, serta mengedepankan profesionalitas dan etika birokrasi dalam setiap langkah organisasi.

“Saya optimis, bahwa MIPI ini akan menjadi motor penggerak bagi perkembangan birokrasi di Indonesia. Tentu kepercayaan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya mengedepankan asas dan etika birokrasi,” pungkasnya.

Ke depan, Anwar Hafid menegaskan bahwa arah kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah.

Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.