Wali Kota Palu Menangis Haru Saat Disambut Prosesi Adat di Kantor Wali Kota

oleh -
oleh
IMG 20250303 WA0079 scaled
Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE dan Waki Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P. saat mengikuti prosesi adat penyambutan di Kantor Wali Kota Palu, Senin (03/03/2025). FOTO : HUMAS PEMKOT PALU

PALU, WARTASULAWESI.COM – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, tak kuasa menahan air mata haru saat mengikuti prosesi adat penyambutan di Kantor Wali Kota Palu, Senin (03/03/2025).

Prosesi ini menjadi bagian dari awal kepemimpinannya di periode kedua bersama Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P.

Setibanya di kantor, mereka disambut dengan Prosesi Adat Dula Ni Jeje, sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan dari masyarakat adat.

Ketua Dewan Adat Kota Palu kemudian memasangkan Siga Nuada dan Sompoulu Nuada, simbol kebijaksanaan dan kepemimpinan bagi keduanya.

Selanjutnya, mereka menuju ruang kerja dengan prosesi adat Meore dan Dicinde Sambil Dikambu (Osekuni), yang penuh dengan nilai filosofi.

Setibanya di ruangan, dilakukan Pembacaan Doa Paepulu Salama, memohon keberkahan dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto Rasyid meneteskan air mata dan mengungkapkan rasa syukur serta terima kasih kepada Allah SWT dan seluruh pihak yang mendukungnya hingga kembali dipercaya memimpin Kota Palu.

“Saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT dan juga kepada seluruh tim yang telah membantu saya dan Wakil Wali Kota dalam perjalanan ini,” ujar wali kota penuh haru.

Wali kota menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinannya tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan Kota Palu selama lima tahun ke depan.

Namun, ia juga mengingatkan tentang tantangan besar, terutama terkait efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, yang harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat.

Selain itu, wali kota menyampaikan kebijakan pemerintah pusat terkait pengurangan waktu kerja pegawai menjadi tiga hari di kantor dan sisanya bekerja dari mana saja.

Ia menekankan bahwa efisiensi ini tidak boleh mengurangi produktivitas dan meminta seluruh OPD tetap menjaga pelayanan publik.

“Jangan sampai efisiensi ini membuat kita lengah. Kita harus merumuskan strategi yang tepat agar pelayanan tetap optimal,” tegas wali kota.

Wali kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama membangun Kota Palu, menekankan bahwa kemajuan kota bergantung pada kontribusi dan sinergi semua pihak.

“Perubahan hanya bisa kita capai jika kita bersatu dan memperkuat pondasi bersama. Mari kita bangun sinergitas yang baik agar Kota Palu semakin maju,” ajak wali kota.

Selain itu, wali kota juga berpesan kepada seluruh pegawai pemerintah untuk bekerja secara optimal, terbuka terhadap kritik, serta tidak ragu menyampaikan ide kreatif demi percepatan pembangunan.

Ia juga mengajak media untuk terus memberikan informasi yang akurat dan berimbang agar komunikasi antara pemerintah dan rakyat tetap terjaga.

Prosesi adat yang berlangsung khidmat ini menjadi awal yang penuh makna bagi Wali Kota Hadianto Rasyid dan Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin dalam mengemban amanah di periode kedua mereka.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat, mereka siap menghadapi tantangan dan membawa Kota Palu ke arah yang lebih baik. ***