PALU, WARTASULAWESI.COM – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Palu, Selasa, 26 Maret 2025.
Dalam laporan tersebut, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid merinci kinerja keuangan, pembangunan daerah, serta sejumlah penghargaan yang berhasil diraih sepanjang tahun.
Dalam sambutannya, Wali Kota Palu menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah atas kolaborasi dan semangat gotong royong selama pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Ini adalah wujud komitmen kita bersama dalam mewujudkan Palu yang mandiri, aman dan nyaman, tangguh serta profesional,” ujar Wali Kota Palu.
LKPJ ini merupakan kewajiban kepala daerah yang diatur dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Disampaikan paling lambat tiga bulan setelah akhir tahun anggaran, laporan ini mencakup pelaksanaan program, kegiatan, dan capaian indikator pembangunan.
Kinerja Keuangan Daerah Tahun 2024
Wali Kota memaparkan bahwa pendapatan daerah Kota Palu tahun 2024 ditargetkan sebesar Rp1,83 triliun, dengan realisasi mencapai Rp1,70 triliun atau 92,94 persen. Rincian pendapatan meliputi:
• Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp534,6 miliar, terealisasi Rp404,5 miliar (75,68%).
• Pendapatan transfer ditargetkan Rp1,27 triliun, terealisasi Rp1,27 triliun (100,22%).
• Lain-lain pendapatan sah ditargetkan Rp23,3 miliar, terealisasi Rp21,1 miliar (90,55%).
Sementara itu, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp1,85 triliun, dengan realisasi Rp1,65 triliun atau 89,23 persen. Belanja tersebut terdiri atas:
• Belanja operasi: realisasi 90,43 persen.
• Belanja modal: realisasi 84,45 persen.
• Belanja tidak terduga: realisasi 6,21 persen.
Dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan sebesar Rp21,4 miliar terealisasi 100 persen. Tidak terdapat pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran tersebut.
Capaian Kinerja Pembangunan
Wali Kota juga melaporkan berbagai indikator kinerja pembangunan daerah:
• Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,71 (2023) menjadi 84,12 (2024).
• Tingkat kemiskinan turun dari 6,56% menjadi 5,94%.
• Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 5,65% menjadi 5,63%.
• Pertumbuhan ekonomi melambat dari 4,96% menjadi 4,61%.
• PDRB per kapita meningkat dari Rp79,45 juta menjadi Rp83,86 juta (naik 5,56%).
• Gini Ratio naik dari 0,324 menjadi 0,337.
• Inflasi turun dari 1,87% menjadi 1,40%.
• Indeks Daya Saing Daerah naik dari 3,92 menjadi 4,20.
Prestasi dan Penghargaan
Selama 2024, Pemkot Palu meraih total 26 penghargaan dari tingkat nasional dan daerah. Di antaranya:
• Penghargaan Adipura 2023 kategori Kota Sedang.
• Opini WTP 10 kali berturut-turut dari BPK.
• Penghargaan PPD 2024 peringkat pertama Sulawesi Tengah dan peringkat dua nasional dari Bappenas.
• Anugerah Revolusi Mental 2024.
• STBM Award kategori Pratama Terbaik III dari Kementerian Kesehatan.
• Predikat Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM.
• Penghargaan dari ANRI atas pelaksanaan sistem informasi kearsipan dinamis.
• Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk sajian ikan mujair terbanyak.
• Fasilitas kesehatan terbaik dalam program JKN.
Penyaluran Dana dan Program Sosial
Pemerintah Kota Palu juga melaksanakan tugas pembantuan dari Kementerian Sosial RI berupa:
• Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp6,57 miliar.
• Penyaluran Bantuan Sosial Pangan Non-Tunai sebesar Rp11 miliar.
Penutup dan Harapan
Menutup penyampaian LKPJ, Wali Kota Hadianto Rasyid menyampaikan rasa terima kasih kepada DPRD Kota Palu dan semua pihak atas dukungan dan kerja sama selama ini.
Ia juga mengakui masih terdapat indikator yang perlu ditingkatkan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
“Semoga segala upaya dan pengabdian kita selama ini mendapat ridho dan rahmat dari Allah SWT,” tutupnya. ***
