Pemkot Palu dan BTN Bagikan Rompi Ber-QR Code untuk UMKM, Dorong Transaksi Digital dan Kepercayaan Konsumen

oleh -
oleh
IMG 20260608 WA0224 scaled
Penyerahan rompi secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, S.Sos kepada pelaku UMKM di kawasan Baruga Street Food dan sekitarnya, Senin (8/6/2026) malam. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU

PALU, WARTASULAWESI.COM – Pemerintah Kota Palu bersama Bank BTN terus memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program digitalisasi dan penataan identitas pelaku usaha.

Salah satu langkah nyata dilakukan dengan penyerahan rompi identitas berbarcode kepada pelaku UMKM di kawasan Baruga Street Food dan sekitarnya, Senin (8/6/2026) malam.

Penyerahan rompi dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Palu yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si, Kepala Bank BTN Kantor Cabang Palu, Sigit Sulistiyo, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.

Program pemberian rompi identitas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palu dan Bank BTN dalam mendukung penguatan UMKM sekaligus mempercepat transformasi digital sektor usaha mikro.

Dalam sambutannya, Sekda Irmayanti menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank BTN terhadap perkembangan UMKM di Kota Palu. Menurutnya, rompi yang diberikan bukan hanya sekadar seragam kerja, tetapi juga menjadi simbol identitas resmi yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku usaha.

“Dengan adanya rompi ini, masyarakat akan lebih mudah mengenali pelaku UMKM yang telah terdata dan menjadi bagian dari ekosistem usaha yang dibina,” ujar Irmayanti.

Menariknya, setiap rompi telah dilengkapi barcode atau QR Code yang terintegrasi dengan data pelaku usaha.

Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi pelaku UMKM sekaligus melakukan transaksi digital dengan lebih mudah dan aman.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mendorong digitalisasi UMKM. Masyarakat dapat mengetahui informasi pelaku usaha melalui barcode yang tersedia, sekaligus memanfaatkan sistem pembayaran digital yang telah disiapkan,” jelasnya.

Irmayanti mengungkapkan, saat ini jumlah UMKM di Kota Palu mencapai sekitar 3.000 pelaku usaha yang tersebar di berbagai wilayah.

Pada tahap awal, sebanyak 900 rompi identitas akan didistribusikan kepada para pelaku UMKM.

Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas UMKM agar semakin kompetitif, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan pola transaksi masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Semakin banyak transaksi digital yang dilakukan, maka semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tambahnya.

Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Palu dan Bank BTN, pelaku UMKM diharapkan semakin mudah dikenali masyarakat, memiliki identitas usaha yang jelas, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan. ***