SIGI, WARTASULAWESI.COM – Upaya pemulihan pascagempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 17 Juni 2026 terus dilakukan.
Partai Solidaritas Indonesia hadir Di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui program PSI Peduli turun langsung mendampingi warga dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan, membuka dapur umum, hingga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
Sebanyak 2.000 paket bantuan disalurkan kepada warga yang tersebar di lima dusun di Desa Lembantongoa. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, bersama tim relawan yang sejak beberapa hari terakhir berada di lokasi terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat agar distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascagempa.
Dr. Agus Lamakarate mengatakan kehadiran PSI Peduli merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
“Musibah adalah takdir yang tidak pernah kita harapkan, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kami ingin seluruh warga tetap kuat, saling membantu, dan terus menatap masa depan dengan optimisme. Insya Allah, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kondisi ini akan segera pulih,” ujarnya saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, PSI Peduli juga membuka dapur umum yang setiap hari menyediakan makanan bagi warga terdampak. Kehadiran dapur umum tersebut menjadi salah satu pusat pelayanan yang membantu masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun sekitar kawasan terdampak.
Suasana penuh kehangatan terlihat saat waktu makan siang tiba. Puluhan anak berkumpul menikmati hidangan yang disiapkan para relawan. Senyum dan keceriaan mereka menjadi pemandangan yang memberi harapan di tengah situasi pascabencana.
Perhatian PSI Peduli juga menyasar pemulihan psikologis anak-anak melalui kegiatan trauma healing. Berbagai permainan edukatif dan aktivitas interaktif digelar untuk membantu mengurangi rasa takut dan trauma akibat gempa yang masih membekas.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari anak-anak. Tawa dan canda yang terdengar sepanjang kegiatan menjadi tanda bahwa proses pemulihan mental mulai berjalan, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih positif bagi mereka.
Menurut tim PSI Peduli, pemenuhan kebutuhan psikologis anak tidak kalah penting dibandingkan bantuan logistik. Anak-anak membutuhkan ruang yang aman dan menyenangkan agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal setelah mengalami peristiwa yang traumatis.
Warga Desa Lembantongoa mengaku terbantu dengan kehadiran relawan PSI Peduli. Selain membawa bantuan kebutuhan pokok, para relawan juga memberikan pendampingan dan dukungan moral yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan.
Berbagai langkah kemanusiaan yang dilakukan PSI Peduli diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan warga terdampak gempa. Sinergi antara relawan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk bangkit bersama dari bencana.
Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi, semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan berbagai pihak menjadi harapan bagi warga Lembantongoa untuk kembali menata kehidupan dan melanjutkan aktivitas sehari-hari. ***






