OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana, Dorong Inklusi Keuangan dan Partisipasi Investor Pemula

oleh -
oleh
IMG 20260427 WA0464
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa muluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026). FOTO : IST

JAKARTA, WARTASULAWESI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan masyarakat.

Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).

Friderica menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Menurutnya, penguatan pasar tidak hanya bergantung pada tata kelola yang baik, tetapi juga pada meningkatnya partisipasi masyarakat sebagai investor.

“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini semakin membaik dan aman bagi investor.

Ia memastikan bahwa pengawasan telah diperkuat sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk berinvestasi, termasuk melalui program PINTAR Reksa Dana.

“Investasi di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik dan ke depan menjadi tempat yang aman untuk berinvestasi,” jelasnya.

Airlangga Hartarto turut menyambut positif peluncuran program ini. Ia menilai PINTAR Reksa Dana dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pasar modal diharapkan tidak hanya dibangun untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi muda agar lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menambahkan bahwa program ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat inklusi investasi di Indonesia.

Ia menyebut, PINTAR Reksa Dana dikolaborasikan dengan Program SIMUDA sebagai langkah konkret memperluas akses investasi, terutama bagi investor pemula.

“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Hasan juga menekankan pentingnya kualitas ekosistem pasar, tidak hanya sekadar peningkatan jumlah investor. Ia mendorong pelaku industri untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat guna membangun kebiasaan investasi yang sehat sejak dini.

Saat ini, tercatat sebanyak 30 Manajer Investasi dan 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) telah berkomitmen bergabung dalam program tersebut.

Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026 dan direncanakan menjadi agenda tahunan.

Ketua Presidium APRDI, Lolita Liliana, mengatakan bahwa industri reksa dana masih membutuhkan inovasi dan dukungan untuk menarik minat masyarakat.

“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menggerakkan masyarakat agar mulai berinvestasi secara rutin dan terencana untuk mencapai tujuan keuangan masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa APRDI bersama OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) telah melakukan edukasi di enam kota, yakni Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang, dengan total menjangkau 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.

Dengan berbagai upaya tersebut, PINTAR Reksa Dana diharapkan berkembang menjadi kampanye nasional yang mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta membentuk budaya investasi yang kuat di tengah masyarakat Indonesia. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.