PALU, WARTASULAWESI.COM –
Anggota DPRD Kota Palu, H. Muhammad Nasir Daeng Gani mengungkap rahasia menjaga kepercayaan publik hingga bisa tiga periode di DPRD Palu.
Hal itu dia ungkap dalam diskusi inspiratif dalam podcas pada Kamis malam (16/04/2026).
Dalam perbincangan santai namun penuh makna, H. Nasir Daeng Gani membagikan pengalaman panjangnya di dunia politik, termasuk strategi menjaga kepercayaan masyarakat hingga mampu bertahan selama tiga periode di DPRD Kota Palu.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, salah satu cara yang dilakukan adalah aktif berinteraksi di warung kopi.
Menurutnya, tempat tersebut menjadi ruang efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung tanpa sekat.
“Kenapa warung kopi itu jadi acuan saya, karena disitu paling banyak aspirasi yang kita dapat itu warung kopi itu semua luar biasa A1 semua berita-berita bagus,” ungkapnya.
Nasir menjelaskan, kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai anggota dewan. Baginya, warung kopi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang diskusi yang menghadirkan berbagai persoalan riil masyarakat.
Lebih lanjut, H. Nasir menegaskan bahwa kunci utama dalam politik bukan sekadar strategi, melainkan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.
“Jadi intinya DPR itu kalau orang tanyakan apa tips-tipsnya saya bilang cuma saya sampaikan ini ya jaga dan rawat itu, saya percaya ini kepercayaan dan amanat itu luar biasa, itu tips-tipsnya jaga kepercayaan jaga amanat itu,” katanya.
Dalam menjalankan tugasnya, Nasir mengakui tidak semua aspirasi masyarakat dapat langsung direalisasikan. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran serta mekanisme kebijakan yang harus dilalui. Namun demikian, ia memastikan setiap aspirasi tetap dikawal secara bertahap.
Selain membahas pola komunikasi politik, H. Nasir juga menyoroti potensi ekonomi Kota Palu.
Ia menyebut, meskipun dikenal sebagai kota jasa, sektor tertentu seperti bawang goreng memiliki potensi besar sebagai identitas daerah yang bisa terus dikembangkan.
Di sisi lain, perkembangan UMKM dinilai cukup pesat, khususnya sektor kuliner dan coffee shop yang semakin menjamur dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Namun, untuk sektor industri, ia mengakui masih berada pada skala kecil dan belum berkembang secara signifikan ke tingkat nasional.
Di akhir perbincangan, H. Nasir memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia politik maupun sosial kemasyarakatan.
Ia menilai peran anak muda sangat penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
“Harapan kita kepada anak-anak muda, jangan henti-hentinya berkarir,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa politik tidak selalu memiliki citra negatif, melainkan bergantung pada bagaimana dijalankan dengan pendekatan yang baik dan tetap berpihak kepada masyarakat.
“Politik itu bagus tapi cara kita membawa saja bagaimana politik ini,” pungkasnya.
Menutup perbincangan, H. Nasir menegaskan bahwa pendekatan sederhana namun tulus kepada masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilannya.***






