Haul ke-5 Habib Saggaf, Anwar Hafid: Jadikan Ilmu Panglima Kehidupan

oleh -
oleh
IMG 20260808 WA0084 scaled
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., saat menyampaikn sambutan pada Haul ke-5 Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/2026). FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Ribuan jamaah memadati Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/2026), menghadiri Haul ke-5 Alhabib Saggaf bin Muhammad Aljufri.

Haul ulama kharismatik Alkhairaat tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang telah diwariskan Habib Saggaf kepada umat, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dalam sambutannya mengajak seluruh pencinta dan murid Habib Saggaf untuk tidak sekadar mengenang sosok almarhum, tetapi juga meneruskan perjuangan dan mengamalkan nilai-nilai yang telah diajarkannya.

Menurut Anwar Hafid, salah satu warisan terbesar Habib Saggaf adalah keteladanan dalam menempatkan ilmu sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan.

“Habib Saggaf telah memberikan contoh yang sangat tinggi, yaitu betapa ilmu menjadi panglima bagi kehidupan kita. Mari kita jadikan ilmu sebagai panglima untuk melakukan perubahan besar dalam kehidupan, termasuk membawa daerah yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik,” ujar Anwar Hafid.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengenang pertemuan pertamanya dengan Habib Saggaf ketika dirinya bersilaturahmi sebelum mencalonkan diri sebagai Bupati Morowali.

Anwar Hafid mengaku saat itu datang dengan maksud meminta doa kepada Habib Saggaf. Namun, ia belum sempat menyampaikan maksud tersebut.

Saat hendak berpamitan, Habib Saggaf justru menepuk pundaknya dan menyampaikan sebuah pesan yang hingga kini membekas dalam ingatannya.

“Setelah pilkada kita urus Alkhairaat,” kenang Anwar mengutip pesan Habib Saggaf kala itu.

Bagi Anwar, pesan tersebut menggambarkan perhatian besar Habib Saggaf terhadap keberlangsungan dan kemajuan Alkhairaat, sekaligus menunjukkan pandangan luas sang ulama terhadap pendidikan dan pembangunan.

Ia menilai Habib Saggaf bukan hanya dikenal sebagai ulama besar, tetapi juga sosok yang berpikiran moderat serta memiliki perhatian terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Habib Saggaf telah meninggalkan kita, tetapi beliau masih terus ada dalam kehidupan kita melalui ilmu, nasihat, dan perjuangan yang beliau wariskan,” katanya.

Karena itu, Anwar mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat lembaga pendidikan yang telah menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan Islam di Indonesia tersebut.

“Mari kita bergandengan tangan menjadikan Alkhairaat sebagai salah satu lembaga pendidikan terbesar di Indonesia. Mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan seluruh masyarakat, Alkhairaat menjadi kekuatan besar bagi Republik Indonesia,” pungkasnya.

Haul ke-5 Habib Saggaf tersebut turut dihadiri Ketua Umum PB Alkhairaat Dr. H.S. Mohsen Aliydrus, M.M., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, para habaib dan ulama, unsur Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng, tokoh agama serta tokoh masyarakat. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.