PALU, WARTASULAWESI.COM – PT
Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) atau Huabao Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam program corporate social responsibility (CSR) dengan alokasi dana yang mencapai 11,5 juta USD sejak 2022.
Setelah sukses menjalankan program di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan infrastruktur, pada 2025 perusahaan mulai fokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
External Manager Huabao Indonesia, Cipto Rustianto, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM menjadi prioritas karena potensinya yang besar dalam mendukung perekonomian masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Manajemen ingin mendorong penguatan sektor UMKM dari potensi produk masyarakat, baik yang sudah ada maupun yang masih memiliki peluang berkembang. Kami ingin agar peningkatan ekonomi area lingkar industri berjalan seiring dengan dinamika industri kami,” ujar Cipto.
Selain sektor ekonomi, program CSR di bidang pendidikan tetap berjalan melalui Huabao Youth Empowering Chambers (HYEC) atau BTIIG Mengajar, yang sudah dilaksanakan sejak 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui pembelajaran Bahasa Mandarin di SD Tondo.
“Program ini tidak hanya mengenalkan Bahasa Mandarin, tetapi juga membangun soft skill siswa dan mahasiswa. Antusiasme peserta, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA, sangat tinggi,” tambah Cipto.
Di sektor sosial dan keagamaan, PT BTIIG juga berkontribusi melalui pembangunan masjid di tiga desa lingkar industri, pembagian hewan kurban, dukungan revitalisasi pura, bantuan kepada gereja, serta partisipasi dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Selain itu, perusahaan rutin mengadakan donor darah bekerja sama dengan PMI Morowali dan mendukung berbagai perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan industri.
Dalam bidang pelestarian lingkungan, PT BTIIG turut berperan dalam upaya zonasi gua di sekitar wilayah industri untuk menjaga ekosistem.
Meski belum beroperasi penuh, PT BTIIG telah mengalokasikan dana 1,5 juta USD untuk berbagai program CSR sejak 2022 hingga akhir 2024. Jika ditambah dengan proyek bantuan untuk pembangunan Bandara Morowali, total investasi CSR mencapai 11,5 juta USD.
Sebagai bagian dari Zhenshi Holding Group, salah satu dari 500 perusahaan terbesar di Tiongkok, Huabao Indonesia berkomitmen menjadikan Indonesia Huabao Industrial Park sebagai kawasan industri berbasis smelter nikel kelas dunia.
Dengan berbagai program yang dijalankan, PT BTIIG berharap kehadirannya tidak hanya berdampak pada pertumbuhan industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. ***






