PALU, WARTASULAWESI.COM – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Undata Palu, drg. Hery Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi terkait berbagai kritik terhadap pelayanan RS Undata.
Respon ini ia sampaikan dalam grup WhatsApp Media Partner Gubernur Berani, sebagai tanggapan atas surat terbuka warga Donggala yang sempat viral.
“Kami ini semua ingin hidup punya arti, punya nilai di mata masyarakat, apalagi di mata Allah SWT. Bukan ingin tampil top di media sosial,” tulis Hery Mulyadi.
Dia menegaskan bahwa tim medis Undata bekerja luar biasa setiap hari melayani ratusan pasien, tanpa mengenal lelah.
“Mohon maaf, ribuan sudah kami layani. Tidak mungkin sempurna karena kami bukan malaikat. Tapi kami tidak alergi kritik, kami sadar masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Hery meminta publik untuk lebih memahami kondisi lapangan, terutama terkait keterbatasan dokter spesialis dan prioritas penanganan kasus darurat.
“Pasien kami rawat baik, walaupun dihujat. Kalau bisa, hargai sedikit saja petugas kami. Semoga kita semua tidak pernah sakit,” ucapnya.
Hery juga menyampaikan bahwa jauh sebelum keluhan masyarakat muncul di media sosial, Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido melalui program Berani Sehat telah meminta pihak rumah sakit menyampaikan kebutuhan baik dari sisi SDM maupun infrastruktur untuk peningkatan layanan.
“Mencari dokter spesialis itu tidak mudah. Saat ini, hanya ada satu dokter urolog se-Sulteng. Ini harus dipahami,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Hery Mulyadi menegaskan bahwa seluruh kekurangan layanan adalah tanggung jawabnya sebagai pimpinan rumah sakit.
“Anak buah saya tidak ada yang salah, saya yang salah. Selamat berbuat untuk umat, semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua,” pungkasnya. ***
