PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, merespons berbagai kritik dan masukan masyarakat terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Undata Palu.
Dalam pernyataannya, Gubernur menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi pelayanan yang lebih baik dan manusiawi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Hafid dalam grup WhatsApp Tuaka Untuk Negeri, menanggapi diskusi yang berkembang setelah beredarnya surat terbuka seorang warga Donggala yang mengeluhkan pelayanan RSU Undata di media sosial.
“InsyaAllah kami sedang benahi. Memang masih banyak kekurangan, baik dari aspek administrasi, ketersediaan infrastruktur penunjang, maupun SOP pelayanan yang belum maksimal dilaksanakan. Termasuk personel yang masih kurang seperti kelangkaan dokter spesialis pada jenis penyakit tertentu,” tulis Gubernur dalam percakapan grup tersebut.
Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya melakukan perbaikan bertahap, terutama pada aspek yang langsung bersentuhan dengan pasien, seperti kejelasan jadwal tindakan medis dan ketersediaan tenaga kesehatan.
Diskusi dalam grup tersebut bermula dari pemberitaan tentang surat terbuka warga bernama Wibowo Om Bowo yang sebelumnya mengeluhkan pelayanan terhadap keluarganya di RS Undata Palu.
Dalam surat itu, Wibowo menggambarkan bagaimana keluarganya yang berasal dari Kelurahan Boneoge, Donggala, harus bolak-balik ke Palu untuk pemeriksaan urologi, namun tidak kunjung mendapatkan tindakan medis yang dijanjikan.
Kisah tersebut mengundang keprihatinan publik dan menjadi pemantik diskusi serius di kalangan masyarakat, termasuk para tokoh daerah dan pemangku kebijakan yang berada dalam group itu.
Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi penting dalam rangka membenahi sistem layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit milik Pemprov seperti RS Undata.
“Semoga segera ada perbaikan,” tutup Anwar. ***
