PALU, WARTASULAWESI.COM – Kinerja keuangan Bank Sulteng menunjukkan perkembangan positif. Hingga triwulan III atau per 30 September 2026, bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah itu mencatat penyaluran kredit mencapai Rp9,01 triliun dengan laba sebesar Rp306,6 miliar.
Capaian tersebut turut ditopang oleh total aset yang mencapai Rp16,2 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp9,6 triliun. Angka ini menunjukkan perkembangan kinerja Bank Sulteng di tengah upaya memperkuat layanan dan menjaga kepercayaan nasabah.
Direktur Utama Bank Sulteng, Ramiyatie, menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers di Palu, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, kinerja keuangan tersebut mencerminkan kondisi Bank Sulteng yang sehat, baik dari sisi finansial, manajemen maupun pengelolaan perusahaan.
“Hal ini menunjukkan bahwa Bank Sulteng sehat, baik secara finansial, manajemen maupun pengelolaannya,” ujar Ramiyatie.
Di sisi lain, Bank Sulteng saat ini tengah melakukan pemeliharaan sistem digital yang telah berlangsung sejak 1 Oktober 2026.
Pemeliharaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan rekening dan transaksi nasabah.
Namun, proses pemeliharaan itu berdampak pada layanan transaksi digital, khususnya transaksi eksternal atau antarbank.
Sementara itu, transaksi internal antara Bank Sulteng dan jaringan kantor cabangnya tetap berjalan normal.
Untuk memastikan kebutuhan transaksi nasabah tetap terlayani, Bank Sulteng menyediakan pelayanan melalui kantor cabang, cabang pembantu, kantor kas, dan kantor layanan di berbagai wilayah, termasuk kabupaten di Sulawesi Tengah.
Hj. Ramiyatie mengatakan, Bank Sulteng juga memperpanjang jam pelayanan transaksi atau tutup kas di kantor cabang dan cabang pembantu dari sebelumnya pukul 15.00 Wita menjadi pukul 18.00 Wita.
Selain itu, pelayanan tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu sebagai langkah untuk mengakomodasi kebutuhan transaksi nasabah selama pemeliharaan sistem digital berlangsung.
“Transaksi masih tetap dapat dilakukan lewat kantor cabang, cabang pembantu, kantor kas, dan kantor layanan,” katanya.
Ia juga mengimbau nasabah yang mengalami kendala dalam bertransaksi agar segera melapor ke kantor cabang Bank Sulteng terdekat. Dengan demikian, kendala yang dialami nasabah dapat ditindaklanjuti melalui layanan yang tersedia.
Ramiyatie menegaskan, perpanjangan jam operasional dan pembukaan layanan pada akhir pekan merupakan bentuk komitmen Bank Sulteng untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada nasabah selama proses pemeliharaan sistem digital.
Sebagai kompensasi atas gangguan layanan digital selama Oktober, Bank Sulteng memberikan layanan ekstra setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita, termasuk pada hari libur.
Dengan capaian aset Rp16,2 triliun, penyaluran kredit Rp9,01 triliun, DPK Rp9,6 triliun, dan laba Rp306,6 miliar, Bank Sulteng terus menunjukkan kinerja keuangan yang positif sembari melakukan pembenahan sistem untuk menjaga keamanan transaksi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ***







