PALU, WARTASULAWESI.COM – Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tengah, Muhammad Ramadhan Maulana, mengapresiasi keberhasilan aparat penegak hukum mengungkap jaringan peredaran narkotika dengan total barang bukti mencapai 10,5 ton dalam kurun waktu tiga bulan.
Ramadhan yang juga Anggota DPRD Kabupaten Poso itu menilai, pengungkapan tersebut menjadi langkah penting dalam menyelamatkan masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman peredaran gelap narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.
Ia menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bareskrim Polri, Bea Cukai, serta jajaran Polda yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.
Menurut Ramadhan, keberhasilan mengungkap barang bukti narkotika dalam jumlah besar menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga, ketegasan penegakan hukum, dan komitmen berkelanjutan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum yang telah bekerja keras dalam mengungkap jaringan narkotika. Ini bukan sekadar keberhasilan penindakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Ramadhan.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam upaya pemberantasan narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba membutuhkan keberanian, profesionalisme, konsistensi, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
Ramadhan menegaskan, besarnya barang bukti yang berhasil diungkap menjadi peringatan bahwa ancaman peredaran narkotika tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Bayangkan jika narkotika sebanyak itu berhasil beredar bebas di tengah masyarakat. Berapa banyak keluarga yang terancam, berapa banyak anak muda yang masa depannya bisa hancur? Karena itu, pemberantasan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia pun mendorong aparat penegak hukum agar tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan para pelaku. Pengembangan penyelidikan, kata dia, perlu terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk bandar besar, pemasok, dan pihak-pihak lain yang terbukti terlibat.
Ramadhan menekankan, penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu guna memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kejahatan serupa.
Sebagai Sekretaris DPW PAN Sulteng, ia juga mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat gerakan pencegahan narkotika di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi, pengawasan lingkungan, penguatan ketahanan keluarga, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, serta pemberdayaan generasi muda harus menjadi bagian dari strategi bersama.
“Kita ingin Sulawesi Tengah menjadi daerah yang aman bagi masyarakat dan memiliki masa depan cerah bagi generasi mudanya. Jangan biarkan narkoba merusak keluarga, menghancurkan cita-cita anak bangsa, dan mengancam masa depan daerah kita,” ungkapnya.
Ramadhan menegaskan dukungannya terhadap penindakan tegas terhadap jaringan peredaran gelap narkotika. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba berjalan secara berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Ramadhan mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap ancaman narkotika dan berani berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.
“Perang melawan narkoba adalah perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa. Kita harus berdiri bersama aparat penegak hukum. Selamatkan generasi muda, lindungi keluarga, dan jangan beri ruang bagi mafia narkotika di Indonesia,” tutupnya. ***







