Wagub Sulteng Tinjau Kesiapan RS Undata Terapkan Program BERANI Sehat, Warga Bisa Berobat Pakai KTP

oleh -
oleh
IMG 20250311 WA0158 scaled
Wagub Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata dalam mendukung pelaksanaan program unggulan BERANI Sehat pada Selasa, 11 Maret 2025. FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah atau Wagub Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata dalam mendukung pelaksanaan program unggulan BERANI Sehat pada Selasa, 11 Maret 2025.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah awal memastikan kesiapan rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan tanpa diskriminasi bagi masyarakat.

Program BERANI Sehat menjadi terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang memungkinkan warga berobat hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Meskipun belum terdaftar di BPJS Kesehatan atau memiliki status keanggotaan tidak aktif karena tunggakan, warga tetap berhak menerima pelayanan kesehatan secara layak di fasilitas kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Reny menegaskan pentingnya pelayanan yang setara dan manusiawi bagi seluruh pasien, khususnya pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Wagub menekankan bahwa IGD harus memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terukur dan efisien, seperti waktu tunggu pasien hingga proses pemindahan ke ruang rawat inap.

“Semua harus ada patokan waktu yang jelas. Pasien kritis harus cepat ditangani agar bisa diselamatkan. Jangan sampai keterlambatan prosedur mengancam nyawa,” tegas Wagub Reny.

Tak hanya aspek pelayanan medis, peningkatan kualitas sistem informasi rumah sakit juga menjadi sorotan. Menurutnya, digitalisasi layanan merupakan kebutuhan mendesak demi menunjang akurasi dan kecepatan pelayanan kesehatan.

Wagub juga mendorong seluruh tenaga kesehatan agar menampilkan sikap yang ramah, sopan, dan penuh empati dalam melayani pasien.

“Jangan pernah pelit senyum kepada pasien. Pelayanan yang hangat bisa membantu mempercepat kesembuhan,” tambahnya.

Sebagai dokter spesialis patologi klinik, Reny juga memberi dukungan penuh terhadap pengembangan SDM rumah sakit.

Wagub mendorong para dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan spesialis maupun pelatihan teknis yang difasilitasi oleh pemerintah provinsi.

“Kita tidak boleh kalah dengan rumah sakit lain. Ayo tingkatkan pelayanan supaya Undata jadi rumah sakit paling bagus di Sulawesi Tengah,” ujarnya menyemangati.

Program BERANI Sehat sendiri diharapkan menjadi model baru dalam reformasi layanan kesehatan di daerah, sekaligus membantu menurunkan angka kemiskinan melalui akses kesehatan yang lebih inklusif.

RSUD Undata dirancang menjadi rumah sakit percontohan dalam implementasi program BERANI Sehat dimana warga bisa berobat hanya dengan KTP.

Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi, M.Kes, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai program BERANI Sehat sangat dinantikan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, yaitu kesehatan.

“Program ini adalah kebutuhan riil masyarakat. Kita semua harus berperan aktif karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita ini orang-orang terpilih yang bekerja di sini,” ujarnya memberi motivasi kepada jajarannya.

Dengan adanya kunjungan ini, RSUD Undata diharapkan segera melakukan pembenahan dan penguatan dari segala lini, baik layanan medis, manajemen informasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Harapannya, pelayanan rumah sakit daerah akan makin prima dan berorientasi pada kepentingan rakyat. ***