Wagub dr. Reny A. Lamadjido: Operasi Jantung Terbuka dan Kemoterapi Kini Bisa Dilakukan di RSUD Undata

oleh -
oleh
IMG 20250413 WA0224 scaled
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, S.P.,PK.,M.Kes saat menyerahan kartu BPJS secara simbolis. FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, S.P.,PK.,M.Kes mengumumkan terobosan besar di sektor kesehatan.

Mulai Mei 2025 mendatang, RSUD Undata di Palu akan melayani operasi jantung terbuka dan kemoterapi, sehingga masyarakat tak perlu lagi dirujuk ke luar Provinsi Sulawesi Tengah.
Kabar gembira ini, disampaikan dr. Reny A. Lamadjido dalam acara peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Minggu (13/04/2025).

“Insya Allah, mulai bulan Mei mendatang, RSUD Undata akan mampu melaksanakan operasi jantung terbuka. Ini adalah bagian dari program Berani Sehat, karena saya tidak ingin ada lagi masyarakat yang sakit tapi tidak bisa berobat hanya karena tidak punya biaya atau harus pergi jauh,” ujar dr. Reny A. Lamadjido.

Menurutnya, terobosan ini dikebut dalam waktu 100 hari untuk mempercepat kesiapan fasilitas dan SDM medis. Tak hanya itu, RSUD Undata juga telah berhasil melaksanakan operasi kateterisasi dan operasi pembuluh darah bagi pasien stroke serta pecah pembuluh darah.

“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah cukup dirawat di dalam daerah sendiri. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau Makassar,” tambahnya.

Selain RSUD Undata, layanan kemoterapi bagi pasien kanker juga kini tersedia di RS Anutapura Palu.

Dua rumah sakit ini telah resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk menangani pasien kanker secara menyeluruh.

“Pasien kanker pun tidak perlu ke luar daerah lagi. Kemoterapi bisa dilakukan di rumah sakit kita sendiri,” jelas dr. Reny, yang juga seorang dokter spesialis patologi klinik.

Tak hanya dari sisi layanan, Pemerintah Provinsi juga akan segera meluncurkan sistem aktivasi otomatis BPJS, di mana peserta yang kartu BPJS-nya nonaktif tetap bisa dilayani saat berobat, dan keanggotaannya akan langsung diaktifkan.

“Kalau ada masyarakat yang kartunya nonaktif, cukup datang berobat. Begitu sakit, BPJS langsung aktif saat itu juga. Tidak ada lagi yang ditolak,” tegasnya, yang disambut antusias hadirin.

Menurutnya, ini semua adalah bentuk nyata dari cita-cita program Berani Sehat yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang merata, mudah diakses, dan bermutu tinggi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Di akhir sambutannya, dr. Reny menyampaikan apresiasi kepada seluruh bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota yang telah mendukung penuh kerja sama dengan BPJS, serta berperan aktif dalam upaya meningkatkan cakupan dan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya masing-masing.

“Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan BPJS, saya yakin kita bisa mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih sehat dan mandiri secara layanan,” pungkasnya. ***