Uang Rp50 Juta Melayang Karena Batal Dilantik, Salah Seorang Pegawai Mengadu ke Pengacara

oleh -
oleh
Stop JUal Beli Jabatan
FOTO : ILUSTRASI

PALU, WARTASULAWESI.COM – Salah seorang pegawai di salah satu instansi di Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng inisial S, mengadu ke pengacara di Kota Palu karena batal dilantik pada tanggal 28 April 2022 lalu, padahal sudah menyetor Rp50 Juta kepada orang suruhan pejabat di Pemprov Sulteng.

Dikutip dari sultengnews.com, setoran itu diberikan dalam dua tahap yakni tahap pertama transfer Rp30 juta dan tahap kedua transfer Rp20 juta. Namun hingga hari H pelantikan tanggal 28 April 2022 lalu, nama yang bersangkutan tidak masuk dalam daftar orang yang akan dilantik.

Merasa telah dirugikan, S lalu melakukan konsultasi kepada salah seorang pengacara yang cukup terkenal di Kota Palu dan menyerahkan bukti transfer kepada pengacara itu.

Pengacara yang cukup dikenal di Kota Palu itu, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya telah ditemui salah seorang pegawai dan menyerahkan bukti transfer sejumlah uang ke orang suruhan pejabat di Pemprov Sulteng kepada dirinya.

Namun pengacara itu, meminta namanya tidak ditulis walaupun hanya menggunkan inisial.

“Sampai saat ini baru satu pegawai itu yang melapor ke saya, jadi saya tunggu yang lain dulu. Kalau ada empat sampai lima orang lagi, ya kita bongkar kasus ini,” ujarnya sambari mewanti – wanti agar tidak menyebut nama dirinya dan pegawai yang menemuinya.

Saat ini kata pengacara itu, dirinya masih menunggu beberapa orang lagi agar lebih kuat jika masalah ini dibawa ke ranah hukum.

“Saya sampaikan ke pegawai itu, kalau hanya satu orang begini agar sulit saya. Tapi kalai ada empat sampai lima orang lagi, ya kita bongkar kasus ini,”tandasnya.

Pengacara ini mengaju juga sudah berkonsultasi ke Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya, namun belum bisa disampaikan hasil konsultasinya. MH

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.