Reses di Parimo, I Nyoman Slamet Serap Aspirasi Masyarakat Hingga Himbauan Untuk Menjaga Situasi Kantibmas

oleh -
I Nyoman Slamet
Anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. I Nyoman Slamet, S.Pd., M.Si saat melakukan Reses atau Jaring Aspirasi Masyarakat di Desa Catur Karya dan Desa Reraban Kecamatan Balingi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG

PARIMO, WARTASULAWESI.COM – Anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. I Nyoman Slamet, S.Pd., M.Si melakukan Reses atau Jaring Aspirasi Masyarakat di Desa Catur Karya dan Desa Reraban Kecamatan Balingi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Reses ini dihadiri pemerintah desa, babinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat dan juga organisasi perempuan dan kepemudaan. Banyak masukan yang diberikan oleh masyarakat terkait dengan Reses Anggota DPRD Sulteng ini.

Masalah paling banyak menjadi sorotan adalah terkait dengan masalah pertanian khususnya kelangkaan pupuk bersubsidi bagi para petani dan juga sulitnya petani mendapatkan bahan bakar khususnya solar yang sangat dibutuhkan dalam mengoperasikan alat pertanian yang mereka miliki.

Khusus terkait penanggulangan bencana, masyarakat sangat mengharapkan pemerintah Kabupaten dan Provinsi Sulteng lebih memperhatikan penyebab bencana yang terjadi di Parigi Moutong khususnya masalah tambang ilegal yang banyak dilakukan oleh oknum dan masyarakat sampai hari ini yang belum ditertibkan oleh pemerintah.

Masyarakat juga meminta kepada pemerintah provinsi agar lebih memperhatikan bidang pendidikan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong khususnya yang menjadi kewenangan provinsi, banyak sekolah-sekolah SMA dan SMK yang tidak layak lagi untuk dijadikan sebagai standar kebutuhan pendidikan utamanya gedung-gedung dan juga mobiler serta kurangnya alat-alat untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.

Masih diseputaran wilayah Balinggi, masyarakat juga meminta agar pemerintah memberikan bantuan khusus untuk jalan usaha tani dan kantong produksi serta ada beberapa daerah yang sampai saat ini belum pernah merasakan bagaimana jalan aspal berada di depan rumah mereka.

Selain itu, ada beberapa infrastruktur jalan menuju daerah wisata juga perlu mendapatkan perhatian guna untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung yang mengunjungi tempat wisata tersebut khususnya yang berada di daerah Catur Karya yaitu Air Terjun  Baturiti.

Dalam Reses ini  ada juga usulan dari mahasiswa KKN Stah Dharma Sentana Sulawesi Tengah agar adanya perhatian pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya terkait pengangkatan guru-guru agama Hindu yang saat ini, masih sangat kurang dan juga sarana prasarana pendidikan khusus agama yang juga masih sangat perlu mendapatkan perhatian oleh pemerintah dan dinas terkait.

Dalam kesempatan ini, I Nyoman Slamet memberikan paparan terkait dengan bantuan – bantuan yang sudah disalurkan melalui dana bantuan sosial rumah ibadah yang jumlahnya untuk anggaran Tahun 2022 kurang lebih 28 rumah ibadah baik masjid, gereja dan pura yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.

Politisi PDIP ini menyampaikan bahwa dirinya akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan semua yang menjadi aspirasi masyarakat yang disampaikan pada Reses kali ini.

I Nyoman juga senantiasa menghimbau agar selalu menjaga situasi kondusif baik yang berhubungan dengan masalah perpolitikan, maupun masalah-masalah lain agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan baik di Kabupaten Parigi Moutong maupun di Provinsi Sulawesi Tengah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.