PT Vale Apresiasi Gotong Royong Tangani Kebocoran Pipa di Towuti

oleh -
oleh
VAL04193 scaled
Warga bergotong royong menyelesaikan Insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (23/8/2025). FOTO : HUMAS PT. VALE

PALU, WARTASULAWESI.COM – Insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (23/8/2025).

Hal ini menjadi bukti bahwa gotong royong adalah kunci menghadapi krisis.

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sejak jam pertama kebocoran terdeteksi.

Sejak pukul 07.30 WITA, PT Vale mengaktifkan prosedur tanggap darurat dengan menurunkan Emergency Response Group (ERG) ke lokasi.

Bersama BPBD, DLH Luwu Timur, aparat kepolisian, dan TNI, tim terpadu segera dibentuk untuk mengendalikan situasi.

Warga pun tidak tinggal diam. Di Dusun Malindowe, para ibu membuka dapur mereka untuk memasak bagi ratusan petugas dan relawan yang berjibaku di lapangan.

Head of External Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan krisis.

“Kami melihat kekuatan luar biasa ketika pemerintah, PT Vale, dan pemangku kepentingan bekerja sebagai satu tim. Dari langkah teknis hingga dukungan ibu-ibu yang memasak untuk para petugas, semuanya menjadi energi pemulihan,” ujar Endra.

Hingga kini, tim terpadu telah melakukan sejumlah langkah penting, di antaranya isolasi dan perbaikan pipa, pemasangan slick bar dan boom absorbent di titik kritis, pengurasan minyak dengan tangki penampung, serta inventarisasi area terdampak untuk pemulihan.

Seluruh kegiatan dipantau langsung oleh DLH Luwu Timur demi memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Endra, komitmen PT Vale adalah memastikan penanganan yang cepat, transparan, dan bertanggung jawab dengan prioritas utama keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan.

“Insiden ini menegaskan kembali bahwa keberlanjutan bisnis tidak terlepas dari manusia dan lingkungan. Pemulihan bukan hanya proses teknis, melainkan perjalanan bersama untuk menjaga kehidupan dan alam di Luwu Timur,” tegasnya. ***