PLTS 100 KWh dan ESS 250 KWh Segera Dibangun di Pulau Bakalan

oleh -
oleh
IMG 20250417 WA0519
Tim Ahli Anggota Pelaksana Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Tisha Saleh bersama Ridha Saleh. FOTO : IST

BANGKEP, WARTASULAWESI.COM – Pulau Bakalan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) akan segera memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 KWh dan ESS 250 KWh.

Proyek ini merupakan hibah dari pemerintah Korea dan ditujukan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini digunakan warga.

Proyek PLTS di Pulau Bakalan ini, memiliki kapasitas sebesar 100 KWh dan sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) sebesar 250 KWh.

Kehadiran pembangkit baru ini diharapkan dapat menggantikan penggunaan listrik berbasis diesel yang selama ini menjadi sumber energi utama masyarakat setempat.

Pembangunan PLTS ini merupakan bentuk hibah dari pemerintah Korea Selatan melalui dua perusahaan, yakni Encored dan ELT Energy.

Tim dari kedua perusahaan tersebut dijadwalkan akan turun langsung ke lapangan pada akhir April atau awal Mei 2025 untuk melakukan peninjauan lokasi pembangunan serta penandatanganan kesepakatan hibah bersama.

“Proyek ini adalah bagian dari tindak lanjut atas permintaan Gubernur Rusdy Mastura dan tahun ini akhirnya dapat direalisasikan. Kami telah bertemu dengan Bupati Banggai Kepulauan, Rusly Maudady, untuk menyampaikan perkembangan ini. Beliau juga sudah berbicara langsung dengan pihak Korea dan menyambut positif proyek ini,” ungkap M. Ridha Saleh, mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Tengah.

Proyek ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan energi bersih di Pulau Bakalan.

Menurut Tisha Saleh, yang saat ini menjabat sebagai Tim Ahli Anggota Pelaksana Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, keberadaan PLTS ini sangat penting karena wilayah tersebut masih sangat bergantung pada pasokan listrik dari mesin diesel yang tidak ramah lingkungan.

“Pulau Bakalan sangat membutuhkan pasokan listrik yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Kehadiran PLTS ini bukan hanya solusi jangka panjang bagi warga, tetapi juga bagian dari transformasi energi nasional yang berkelanjutan,” tambah Tisha.

Lebih lanjut, tim pelaksana dari Korea juga sudah menjalin komunikasi langsung dengan Kepala Desa Bakalan, Jufri Lanasi, untuk memastikan kesiapan wilayah serta kebutuhan teknis pembangunan.

Rencana pembangunan ini pun telah mendapat restu dari Bupati Banggai Kepulauan dan akan segera dilaporkan kepada Gubernur Anwar Hafid.

“Dari hasil diskusi kami dengan Pak Bupati, tidak ada kendala berarti di lapangan. Kesiapan daerah, termasuk lahan yang akan digunakan, sudah dipastikan aman. Oleh karena itu, Bupati juga berencana menyampaikan secara resmi rencana ini kepada Gubernur Anwar Hafid,” pungkas Tisha Saleh.

Dengan dibangunnya PLTS ini, diharapkan masyarakat Pulau Bakalan dapat menikmati pasokan listrik yang lebih andal dan bersih, sekaligus mendukung target transisi energi nasional yang berkelanjutan. ***