PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si berencana menggelar seminar besar di Jakarta yang akan melibatkan seluruh bupati dan wakil bupati se-Sulteng, untuk memperjuangkan hak-hak fiskal dan regulasi pembangunan daerah di tingkat pusat.
Hal ini disampaikan Gubernur Sulteng saat menyampaikan sambutan pada Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (13/04/2025).
Seminar ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi pusat-daerah dan memperjuangkan berbagai regulasi dan kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada daerah penghasil seperti Sulawesi Tengah.
“Kami akan menghadirkan seluruh bupati dan wakil bupati dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Ini bukan seminar biasa, tapi forum perjuangan bersama,” tegas Gubernur di hadapan ribuan masyarakat yang hadir dalam perayaan HUT Sulteng.
Gubernur juga menyampaikan harapan agar semua pejabat asal Sulawesi Tengah yang kini bertugas di pusat, termasuk anggota DPR RI, DPD RI, serta pejabat eselon satu dari kementerian/lembaga, dapat hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap agenda ini.
Gubernur menyampaikan bahwa kontribusi Sulawesi Tengah terhadap penerimaan negara, terutama dari sektor tambang dan industri, sangat besar. Namun, pembagian kembali ke daerah masih tidak sebanding.
“Pak Jokowi pernah menyebutkan ada Rp572 triliun uang yang masuk ke negara dari Sulteng. Tapi dana yang kembali ke kita belum proporsional,” katanya.
Gubernur Anwar Hafid juga mengangkat pentingnya revisi terhadap regulasi yang dinilai merugikan daerah penghasil. Ia mengusulkan agar penarikan PNBP dilakukan di “mulut tambang” atau lokasi industri, agar provinsi dan kabupaten mendapatkan bagi hasil yang lebih adil.
Seminar ini juga akan mengangkat isu penting lain seperti optimalisasi pajak bahan bakar, balik nama kendaraan dan penggunaan air permukaan oleh industri yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kami ingin semua pintu pendapatan dibuka. Jangan sampai kekayaan daerah hanya dinikmati segelintir pihak,” tegasnya.
Gubernur menekankan bahwa perjuangan ini tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah provinsi.
Oleh karena itu, keterlibatan seluruh bupati dan wakil bupati dinilai sangat penting untuk menunjukkan soliditas dan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Sulawesi Tengah.
“Kita harus tampil sebagai satu suara. Kalau kita kuat dan kompak, pusat pasti dengar,” ujarnya.
Anwar Hafid juga menyampaikan rasa optimis bahwa seminar ini akan menjadi tonggak baru perjuangan kolektif untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah penopang ekonomi nasional, sekaligus membuka jalan menuju peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
Seminar yang akan digelar di Jakarta ini, menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjalankan visi besar “9 Berani”, khususnya Berani Mandiri dan Berani Berintegritas.
Gubernur berharap dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat agar agenda ini berjalan sukses dan membawa manfaat nyata bagi kemajuan Sulawesi Tengah. ***








