Inisiatif Desa Matano hingga Parumpanai Raih Pengakuan Nasional di ICA dan ISDA 2025

oleh -
oleh
Screenshot 20251221 075841 Samsung Internet
Pemberian penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025. FOTO : HUMAS PT VALE

PALU, WARTASULAWESI.COM – Inisiatif pembangunan berkelanjutan yang tumbuh dari desa-desa di kawasan Timur Indonesia kembali menorehkan prestasi nasional.

Dua program unggulan pengembangan masyarakat dan lingkungan di wilayah operasional pertambangan Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berhasil meraih penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025.

Penghargaan tersebut diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) dan diserahkan dalam seremoni di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Dua program yang dinilai sebagai praktik terbaik nasional itu adalah Matano Iniaku dan Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi.
Sebagai bagian dari holding industri pertambangan nasional MIND ID, PT Vale Indonesia Tbk menerima penghargaan tersebut atas komitmennya mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal, kolaborasi multipihak, serta keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program Matano Iniaku meraih Indonesian CSR Awards 2025 berkat keberhasilannya mengintegrasikan konservasi lingkungan, pengembangan ekowisata, dan penghidupan berkelanjutan di Desa Matano, Kecamatan Nuha.

Program ini dikembangkan melalui pendekatan nature-based solutions untuk menjawab tantangan degradasi lingkungan sekaligus keterbatasan sumber ekonomi masyarakat.

Fokus kegiatan meliputi rehabilitasi daerah aliran sungai, pengembangan agroforestri polikultur, serta penguatan destinasi LaaWaa River Park sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi.

Melalui pelatihan, penguatan kelembagaan lokal, hingga pengelolaan pupuk organik, masyarakat didorong beralih dari praktik monokultur menuju sistem pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Sementara itu, program Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi yang dijalankan di Desa Parumpanai dan Desa Kawata menerima Indonesian SDGs Awards 2025 sebagai kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Program ini mengembangkan model peternakan sapi terpadu berbasis closed-loop dengan pendekatan peningkatan kapasitas peternak, penyediaan sarana-prasarana, manajemen pakan dan kesehatan ternak, hingga penguatan kelembagaan ekonomi desa. Melalui pengelolaan oleh BUMDesMa, manfaat ekonomi dipastikan berputar dan berkembang di tingkat desa serta membuka lapangan kerja baru.

Selain sektor lingkungan dan ekonomi, PT Vale juga menjalankan program Beasiswa Anak Asuh sebagai investasi jangka panjang pada penguatan sumber daya manusia lokal, khususnya masyarakat adat asli Sorowako.

Program ini menyasar siswa SD, SMP, dan SMA berprestasi dari keluarga ekonomi rentan, dengan proses penjaringan dilakukan bersama Kerukunan Wawoinia Asli Sorowako (KWAS).

Berlandaskan Nota Kesepahaman Program Terpadu Pengembangan Masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan DPRD, program beasiswa ini bertujuan menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah sekitar operasional tambang.

Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan pentingnya keberlanjutan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif. Praktik pertambangan yang bertanggung jawab hanya dapat terwujud ketika alam terjaga dan masyarakat tumbuh bersama.

Pencapaian di ajang ICA dan ISDA 2025 menegaskan bahwa praktik baik dari Luwu Timur mampu berkontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional, sekaligus menjadi inspirasi bahwa inisiatif dari daerah dapat memperkuat Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.***