Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio, Lahan Tidur Kini Produktif

oleh -
oleh
Screenshot 20260109 121529 Samsung Internet
Petani binaan PT Vale berhasil melakukan panen jagung pakan di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1/2026). FOTO : HUMAS PT VALE

KOLAKA, WARTASULAWESI.COM — Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan hasil nyata.

Petani binaan perusahaan tambang nikel tersebut berhasil melakukan panen jagung pakan di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1/2026).

Panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi ini menjadi simbol kebangkitan pertanian berbasis komunitas sekaligus bukti keberhasilan transformasi lahan tidur menjadi lahan produktif.

Program tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi petani dengan memanfaatkan potensi lokal yang sebelumnya belum tergarap optimal.

Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang kini dikelola kelompok tani sebelumnya sempat dibuka pada 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut dan terbengkalai selama bertahun-tahun.

“Sejak tahun lalu, potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare sudah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti bahwa pertanian berbasis kelompok tani di desa kami mulai bangkit kembali,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyebutkan hasil panen jagung pakan cukup menjanjikan, dengan produktivitas mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 ini beranggotakan 22 orang dan berencana terus memperluas area tanam.

Ia menambahkan, harga jagung pakan di wilayah Kolaka juga tergolong kompetitif, yakni berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, sehingga memberikan insentif ekonomi yang kuat bagi para petani untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Sementara itu, Head of External Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari implementasi Program PPM PT Vale yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal melalui sektor pertanian menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

PT Vale, kata Endra, akan terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur agar bernilai ekonomi.

Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kolaka, tidak hanya dari sisi peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga melalui penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas dan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan. ***