Gubernur Sulteng Sambut Rencana Penanaman Sorgum 5.000 Hektare, Siap Dukung Ketahanan Pangan

oleh -
oleh
IMG 20250711 WA0415
Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si saat memegang tanaman sorgum saat menerima Ketua SEPASI Sulteng, Laxmi Lanasir, S.Sos., M.M., bersama pengurus di ruang kerja Gubernur pada Jumat (11/7/2025). FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menyambut positif rencana strategis pengembangan sorgum di daerah seluas 5.000 hektare.

Rencana ini diinisiasi oleh Sejati Petani Sorgum Indonesia (SEPASI) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Hal itu terungkap dalam audiensi Ketua SEPASI Sulteng, Laxmi Lanasir, S.Sos., M.M., bersama jajaran pengurus di ruang kerja Gubernur pada Jumat (11/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Laxmi Lanasir melaporkan rencana kunjungan kerja Badan Ketahanan Nasional dan Internasional Republik Indonesia ke Kabupaten Donggala.

Kunjungan ini akan dirangkaikan dengan launching penanaman sorgum seluas 5.000 Hektare di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata yang dijadwalkan digelar bulan ini.

“Selain sebagai ajang silaturahmi, kami juga ingin memastikan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan sorgum,” ujar Laxmi.

Ia menjelaskan bahwa sorgum merupakan tanaman multifungsi yang bernilai strategis karena mampu mendukung ketahanan pangan, energi alternatif, hingga pakan ternak.

“Satu kali tanam bisa panen empat kali. Ini sangat menjanjikan bagi kesejahteraan petani,” tuturnya sembari menunjukkan beberapa produk olahan sorgum kepada Gubernur Anwar Hafid.

Dalam kesempatan itu, Laxmi juga meminta dukungan berupa rekomendasi resmi dari Pemerintah Provinsi agar program ini dapat berjalan maksimal dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan produksi pangan dan pendapatan petani di Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungannya dan mengapresiasi inisiatif SEPASI dalam mengembangkan komoditas lokal unggulan.

“Pemerintah daerah akan menyiapkan payung hukum yang jelas agar para petani terlindungi dan tidak dirugikan dalam pelaksanaan program ini,” tegas Gubernur.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi sektor pertanian yang lebih tangguh, berdaya saing, dan ramah lingkungan di Sulawesi Tengah.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, S.P. ***