Gubernur Anwar Hafid Targetkan Sulteng Bebas TB Dalam Tiga Tahun

oleh -9 views
oleh
IMG 20260823 WA0034 scaled
Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., saat menghadiri Puncak Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako Tahun 2026. FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menargetkan Sulawesi Tengah bebas dari Tuberkulosis (TB) dalam tiga tahun ke depan.

Target tersebut ditegaskan Gubernur saat menghadiri Puncak Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako Tahun 2026 sekaligus Launching Berani Magaya (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga) bagi perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Tengah, di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu (22/8).

“Kita berkomitmen hari ini bahwa dalam tiga tahun ke depan, Sulteng bebas TB,” tegas Anwar Hafid.

Gubernur mengatakan, target tersebut tidak mungkin diwujudkan hanya oleh pemerintah. Pemberantasan TB membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga hingga masyarakat.

Menurutnya, penanggulangan TB harus dipandang sebagai gerakan bersama lintas sektor, bukan semata-mata persoalan kesehatan. Upaya tersebut harus dilakukan secara nyata, terintegrasi dan berkelanjutan.

Anwar Hafid menegaskan program Berani Magaya tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran. Program tersebut harus segera diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus, keluarga dan masyarakat.

“Kita akan koordinasikan dengan seluruh perguruan tinggi dan jajaran kesehatan supaya apa yang kita launching hari ini betul-betul bisa berjalan,” katanya.

Mantan Bupati Morowali dua periode ini menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempercepat penemuan dan penanganan kasus TB.

Mahasiswa dapat menjadi kekuatan baru dalam memberikan edukasi, membantu menemukan kasus, mendampingi masyarakat, sekaligus mengingatkan keluarga mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan TB hingga tuntas.

“Kerja sama ini hanya bisa berjalan kalau kita bersama-sama dengan seluruh perguruan tinggi. Apa yang digagas melalui Berani Magaya hari ini adalah sebuah konsep yang sangat aktual dan harus kita lakukan,” tegasnya.

Anwar Hafid menambahkan, gerakan pemberantasan TB merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program 9 Berani sekaligus bentuk dukungan daerah terhadap agenda nasional pemerintah.

“Kami ingin menyampaikan bahwa komitmen kita di Sulawesi Tengah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, begitu besar untuk menyukseskan program Asta Cita Bapak Presiden di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Puncak Dies Natalis Ke-9 FKM Universitas Tadulako turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dosen FKM Untad, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.

Dengan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga dan masyarakat, target Sulteng bebas TB dalam tiga tahun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat Sulawesi Tengah. ***