Gubernur Anwar Hafid dan Wagub dr. Reny Lamadjido Resmi Sandang Gelar Adat Kaili Toma Oge dan Tina Nu Ngapa

oleh -
oleh
IMG 20250302 WA0326
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, resmi dianugerahi gelar adat sebagai Toma Oge dan Tina Nu Ngapa sebagai pemimpin di tanah Kaili. FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, resmi dianugerahi gelar adat sebagai Toma Oge dan Tina Nu Ngapa sebagai pemimpin di tanah Kaili.

Prosesi sakral ini berlangsung di Cagar Budaya Banua Oge, Kota Palu, pada Minggu (2/3/2025), sebagai bentuk pengukuhan adat atas kepemimpinan mereka untuk periode 2025-2030.

Setibanya di lokasi, rombongan gubernur disambut dengan adat Peaju/Kabasara, lalu diiringi tarian Peulu Cinde sebagai bentuk penghormatan.

Mereka kemudian menjalani serangkaian ritual, seperti membasuh kaki, menginjak kapak, dan menaiki anak tangga Banua Oge, disambut oleh perempuan adat (Tina Nuada).

Dalam prosesi adat Kaili ini, Gubernur Anwar Hafid dan istrinya, Sry Nirwanti Bahasoan Anwar, serta Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido mengikuti ritual “Sambulu/Po Beka Nganga”, sebagai simbol kesiapan menjalankan amanah adat dan pemerintahan dengan penuh tanggung jawab.

Ketua Adat Kota Palu, Muh. Rum Parampasi, menyerahkan Guma (pedang) kepada Gubernur Anwar Hafid, yang melambangkan keberanian dan tanggung jawab besar dalam memimpin Sulawesi Tengah dengan hati yang tulus, adil, dan bijaksana.

Sementara itu, Ibu Zainab Parampasi mengalungkan Taiganja kepada Wakil Gubernur Reny Lamadjido, sebagai simbol kebijaksanaan dalam mendampingi kepemimpinan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemangku adat Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan bahwa amanah yang diterimanya telah dijalankan dengan baik, dan kemenangan dalam Pilkada 2024 merupakan berkah dari leluhur serta masyarakat Sulteng.

“Hari ini saya hadir untuk melaporkan bahwa amanah yang saya terima telah terlaksana dengan baik. Saya akan menjalankan kepemimpinan ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa simbol pedang yang diterimanya akan menjadi pengingat keberanian dalam membela rakyat Sulawesi Tengah dari keterbelakangan menuju kemajuan.

Gubernur berkomitmen menjadikan adat istiadat dan budaya sebagai prioritas dalam kepemimpinannya melalui program Sulteng Berkah, yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal dan religius.

“Kita boleh maju, dunia boleh modern, tetapi nilai-nilai leluhur tidak boleh ditinggalkan, karena itu adalah ciri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh adat dan budayawan, seperti Ketua Dewan Adat Kota Palu Muh. Rum Parampasi, Dr. Timudin Bouw, Ketua Dewan Majelis Adat (DMA) Sulteng, Sekda Sulteng Dra. Novalina, M.M, serta para pejabat daerah dan pengurus adat Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah. ***