Reses Muslimun di Balaroa, Warga Keluhkan Drainase hingga Minta Bantuan Ambulance

oleh -0 views
oleh
20261105 162530
Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun, SE, saat Reses di Jalan Sumur Yuga, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis sore (05/11/2026). FOTO : WARTASULAWESI.COM

PALU, WARTASULAWESI.COM – Sejumlah persoalan masyarakat mengemuka dalam kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun, SE, di Jalan Sumur Yuga, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis sore (05/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan beragam kebutuhan, mulai dari bantuan usaha kecil, perbaikan drainase, hingga pengadaan ambulance untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Reses itu turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu.

Dalam sambutannya, Muslimun menjelaskan bahwa anggota DPRD Kota Palu melaksanakan Reses sebanyak tiga kali dalam setahun atau setiap empat bulan sekali.

Menurutnya, Reses menjadi momentum penting bagi anggota legislatif untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga di wilayah masing-masing.

“Reses ini tujuannya adalah menyerap aspirasi masyarakat. Jadi, kalau ada unek-unek silakan disampaikan, jangan disembunyi-sembunyi, jangan ditahan-tahan. Sampaikan saja, karena Reses inilah wadahnya,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.

Sejumlah aspirasi pun disampaikan warga dalam pertemuan itu. Nirmawati, warga Donggala Kodi, misalnya, berharap mendapatkan bantuan usaha untuk menunjang aktivitasnya berjualan kue.

Sementara Nurmawati, warga Balaroa, meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi drainase yang dinilai membutuhkan perbaikan. Pasalnya, ketika hujan deras turun, air kerap meluap hingga ke badan jalan bahkan masuk ke rumah warga.

Aspirasi lainnya disampaikan Moh. Sahrin Khalid. Ia berharap adanya pengadaan ambulance yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Balaroa untuk membantu kebutuhan pelayanan kesehatan dan transportasi saat duka.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Muslimun menjelaskan bahwa bantuan pemerintah melalui Dinas Sosial memiliki kriteria penerima berdasarkan kelompok desil kesejahteraan.

Prioritas bantuan yang dimaksud berada pada kelompok desil 1 hingga 4.

Sementara untuk bantuan dari Dinas Koperasi dan UMKM, terdapat tim verifikator yang akan melakukan penilaian terhadap kelayakan calon penerima bantuan.

“Kalau bantuan dari Dinas UMKM, ada tim verifikator yang akan menilai kelayakan yang dapat bantuan,” jelasnya.

Terkait permintaan ambulance, Muslimun mengatakan akan mengomunikasikannya dengan pemerintah melalui dinas terkait agar aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti.

Muslimun juga membuka peluang memperjuangkan dukungan anggaran melalui kecamatan apabila mekanisme banuan ambulance tersebut memungkinkan.

“Jika memang bisa lewat kecamatan, saya akan titip anggaran di kecamatan. Nanti pihak kecamatan yang serahkan ke pihak kelurahan,” katanya.

Muslimun berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam Reses tersebut dapat menjadi bahan perjuangan dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.