PALU, WARTASULAWESI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mendorong Karang Taruna mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Reny saat membuka Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 tingkat Kabupaten Sigi di Lapangan Sepak Bola Bintang Muda, Desa Solowe, Kabupaten Sigi, Selasa sore (20/10/2026).
Menurut Reny, upaya memberantas narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Tidak bisa hanya pemerintah sendiri yang menghapus narkoba ini. Harus kita bergandengan tangan,” tegas Reny.
Mantan Wakil Walikota Palu ini menilai, Karang Taruna memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan pemuda di lingkungan desa. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi pelindung sekaligus penggerak kesadaran generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Reny juga menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, lingkaran pergaulan hingga komunitas pemuda di desa. Menurutnya, kepedulian dan keberanian untuk saling mengingatkan menjadi bagian penting dalam memutus pengaruh buruk narkoba.
Ia mengingatkan agar pemuda tidak menutup mata ketika melihat teman sebaya mulai terjerumus. Sebaliknya, solidaritas antarpemuda harus diwujudkan melalui kepedulian dan upaya bersama untuk menjaga masa depan generasi muda.
“Jangan biarkan masa depan pemuda menjadi ladang panen narkoba. Karang Taruna harus menjadi garda terdepan yang melindungi generasi muda dan memastikan mereka tumbuh sehat, produktif, serta bebas dari narkoba,” tandasnya.
Melalui momentum Bulan Bakti Karang Taruna ke-66, Reny berharap organisasi kepemudaan semakin aktif membangun lingkungan yang sehat, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. ***
