Dhandy Soroti Defisit Listrik 160 MW, Dorong Peluang Kerja Sama Energi Rusia di Sulteng

oleh -6 views
oleh
IMG 20261021 WA0256
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dhandy Adhi Prabowo saat mewakili Ketua DPRD Sulteng dalam jamuan makan malam penyambutan Duta Besar Rusia di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Mohammad Yamin, Kota Palu, Selasa (20/10/2026). FOTO : HUMAS DPRD SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dhandy Adhi Prabowo, menyoroti peluang kerja sama di sektor energi dengan Rusia, menyusul kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan pasokan listrik yang diperkirakan masih mengalami defisit hingga 160 megawatt (MW).

Dhandy menyampaikan hal tersebut saat mewakili Ketua DPRD Sulteng dalam jamuan makan malam penyambutan Duta Besar Rusia di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Mohammad Yamin, Kota Palu, Selasa (20/10/2026).

Menurut Dhandy, kunjungan diplomatik tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung percepatan pembangunan Sulawesi Tengah.

“Ini merupakan momentum penting dan positif bagi Sulawesi Tengah. Kita mengetahui bahwa salah satu tujuan utama kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah adalah terkait investasi dan pendidikan,” ujar Dhandy.

Ia menilai, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menjalin kemitraan dengan Rusia, terutama pada sektor investasi, pendidikan, teknologi kesehatan, dan energi. Potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, serta pariwisata yang dimiliki daerah ini juga menjadi peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi internasional.

Di bidang pendidikan, Dhandy berharap hubungan kerja sama tersebut dapat membuka kesempatan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sementara di sektor kesehatan, pengenalan perusahaan Rusia yang bergerak di bidang teknologi dan peralatan medis dinilai berpotensi mendorong pertukaran pengetahuan serta pengembangan teknologi kesehatan.

Namun, sektor energi menjadi salah satu perhatian penting mengingat kebutuhan listrik terus meningkat seiring perkembangan industri dan investasi di Sulawesi Tengah.

Dhandy menyebutkan, defisit listrik yang diperkirakan mencapai 160 MW perlu menjadi perhatian serius agar ketersediaan energi mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, peluang pertukaran informasi dan pengenalan teknologi energi dari Rusia, termasuk teknologi pembangkit listrik yang dipaparkan salah satu perusahaan pembangkit listrik milik negara Rusia, dapat menjadi bahan penjajakan kerja sama ke depan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap rencana kerja sama di sektor energi harus melalui kajian menyeluruh, mulai dari kelayakan teknis dan ekonomi, keselamatan, dampak lingkungan, hingga kesesuaian dengan regulasi dan kebutuhan energi daerah.

Dhandy berharap, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda diplomatik dan seremonial, tetapi mampu menghasilkan tindak lanjut yang konkret melalui koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait.

Ia menegaskan, setiap peluang kerja sama internasional harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan investasi, penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi kesehatan, maupun pemenuhan kebutuhan energi.

“Harapan kita, kunjungan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan komunikasi dan pembahasan yang lebih konkret, sehingga peluang kerja sama yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” harapnya. ***