Universitas Tadulako Siapkan 9.295 Kuota Untuk Mahasiswa Baru 2025

oleh -
oleh
IMG 20250326 WA0224
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, ST., M.T., M.Sc. FOTO : WARTASULAWESI.COM

PALU, WARTASULAWESI.COM – Universitas Tadulako (Untad) menyiapkan kuota 9.295 untuk mahasiswa baru tahun akademik 2025.

Kuota itu untuk berbagai jalur seperti jalur prestasi (SNBP), tes nasional (SNBT) dan jalur mandiri. Saat ini telah berjalan dan menunjukkan animo tinggi dari calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, ST., M.T., M.Sc., mengungkapkan bahwa hingga hari ini, sudah lebih dari 8.000 pendaftar yang mengikuti seleksi masuk, baik melalui jalur prestasi maupun jalur tes.

“Yang sudah permanen atau fix itu sekitar 7.488 orang. Sementara yang belum permanen sekitar 5.305 pendaftar. Totalnya sudah lebih dari 8.000 yang mendaftar untuk Untad,” ungkapnya.

Menurut Andi, meskipun jumlah pendaftar tinggi, kuota yang disiapkan tetap sekitar 9.000 kursi. Daya tampung ini dibagi ke dalam tiga jalur penerimaan, yaitu jalur prestasi (maksimal 30–40 persen), jalur tes nasional (SNBT), dan jalur mandiri.

“Sekarang kita sudah proses registrasi mahasiswa dari jalur prestasi, sekitar 2.200 orang diterima dari jalur ini,” ujarnya.

Sementara untuk jalur tes nasional (SNBT) yang akan dilaksanakan pada April 2025 secara nasional, diperkirakan akan menerima sekitar 3.000 lebih mahasiswa dari total kuota.

Selebihnya akan diisi melalui jalur mandiri yang dilaksanakan langsung oleh Untad.

“Total yang akan diterima lewat jalur tes itu sekitar 30 persen dari kuota 9.000, atau sekitar 3.000-an kursi. Jalur mandiri nanti menyusul setelah itu,” tambahnya.

Beberapa program studi yang menjadi favorit di Untad tahun ini antara lain Manajemen, PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), serta Kedokteran. Program Studi Kedokteran sendiri hanya menerima 165 mahasiswa, dengan alokasi 33 kursi untuk jalur prestasi dan sisanya melalui jalur tes dan mandiri.

“Program studi Kedokteran itu sangat ketat, total kuotanya 165. Jadi kalau dikalkulasikan, satu kursi bisa diperebutkan oleh empat sampai lima pendaftar,” jelas Andi Rusdin.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak peserta tes yang memilih Untad meskipun melaksanakan tes di luar daerah. Ini disebabkan sistem seleksi nasional memungkinkan peserta memilih kampus mana pun di Indonesia.

“Bisa saja ikut tes di Jakarta tapi pilihannya Untad. Jadi yang mendaftar untuk ikut tes bisa lebih dari 9.000 orang, tapi kursi yang tersedia tetap,” tuturnya.

Andi Rusdin juga mengungkapkan adanya kendala teknis dalam proses pendaftaran, terutama di jalur prestasi. Ada beberapa sekolah biasanya terlambat melakukan entri data, sehingga siswa-siswanya tidak bisa mendaftar.

“Ada sekolah-sekolah yang gagal mendaftarkan siswa mereka, karena lambat atau kurang paham teknis. Akibatnya siswa tidak masuk dalam kuota sekolah dan tidak dapat akun pendaftaran,” jelasnya.

Fenomena ini menurutnya menjadi evaluasi bagi pihak sekolah untuk lebih sigap dan memahami alur sistem seleksi.

“Pendaftar dari jalur prestasi itu tergantung kuota sekolah. Sekolah yang akreditasinya tinggi bisa daftarkan 40% siswanya, sementara yang lebih rendah hanya 25%. Kalau sekolah tidak cepat menginput, siswa bisa gagal ikut jalur prestasi,” katanya.

Saat ini, Untad masih menunggu tahapan seleksi berbasis tes nasional dan jalur mandiri untuk melengkapi daya tampung yang telah ditentukan.

Pendaftaran jalur mandiri rencananya akan dibuka setelah pengumuman SNBT. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.