Tertarik Kembangkan Properti dan Pendidikan, Alfaland Group Jajaki Investasi di Sulawesi Tengah

oleh -
oleh
IMG 20250611 WA0152 scaled
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menerima audiensi Presiden Direktur Alfaland Group, Hanto Djoko Susanto, bersama timnya, di Palu. FOTO : Tim Media AH

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menerima audiensi Presiden Direktur Alfaland Group, Hanto Djoko Susanto, bersama timnya, di Palu, untuk menjajaki peluang investasi strategis di sektor properti, pariwisata, dan pendidikan di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut, Alfaland Group menyatakan minat kuat untuk mengembangkan berbagai proyek di Kota Palu dan kawasan potensial lainnya di Sulteng.

Menurut Hanto Djoko, Sulawesi Tengah memiliki daya tarik tersendiri yang belum banyak tergarap secara optimal.

“Kami melihat potensi besar di Sulawesi Tengah, bukan hanya di Palu tapi juga di kawasan lain yang masih terbuka lebar untuk pengembangan properti dan pariwisata,” ujar Hanto Djoko.

Alfaland Group, yang kini tengah melakukan ekspansi ke berbagai wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk Malaysia, menilai bahwa kondisi geografis dan infrastruktur di Sulteng sangat mendukung untuk investasi jangka panjang.

Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid menyambut positif rencana Alfaland.

Gubernur menyampaikan bahwa selama ini fokus investasi di Sulteng cenderung terkonsentrasi di kawasan timur, seperti Morowali.

Padahal, wilayah barat yang mencakup Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong menyimpan potensi besar, terutama di sektor pariwisata, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Saya ingin mendorong investasi ke wilayah barat. Kita punya kekayaan alam luar biasa pantai, bukit dengan pemandangan laut, dan banyak lokasi yang bisa dikembangkan jadi destinasi unggulan,” kata Gubernur Anwar.

Lebih dari itu, Alfaland Group juga menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di sektor pendidikan.

Mereka memiliki pengalaman dalam pengelolaan sekolah dan universitas di berbagai daerah, dan membuka peluang membangun institusi pendidikan bertaraf internasional di Palu.

Gubernur Anwar pun menyinggung pentingnya revitalisasi kawasan terdampak bencana, khususnya likuifaksi, yang dapat dikembangkan sebagai kawasan edukasi kebencanaan.

Gubernur mencontohkan keberhasilan Aceh menjadikan bekas tsunami sebagai destinasi wisata edukatif.

“Kita punya cerita yang kuat, tinggal bagaimana mengemasnya secara edukatif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti potensi kerja sama melalui survei langsung ke lapangan dan pembahasan teknis lanjutan.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi penuh proses tersebut.
“Yang paling penting, investasi ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.