Sulteng Percepat Penurunan Emisi GRK, Sekprov Sulteng Buka Konsultasi Publik RAD GRK

oleh -
oleh
IMG 20260406 WA0048
Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina saat membuka kegiatan konsultasi publik dokumen RAD GRK yang digelar di Swiss-Belhotel Palu, Senin (6/4/2026). FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat komitmen dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK).

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina saat membuka kegiatan konsultasi publik dokumen RAD GRK yang digelar di Swiss-Belhotel Palu, Senin (6/4/2026).

Dalam kegiatan itu, Sekprov didampingi Kepala Bappeda Sulteng, Arfan serta perwakilan Kemitraan.

Membacakan sambutan Gubernur, Novalina menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus direspons melalui kebijakan pembangunan rendah karbon yang terarah dan berkelanjutan.

“Pembangunan rendah karbon bukan sekadar program lingkungan hidup tapi arah tujuan kita untuk memastikan pembangunan berkelanjutan,” paparnya.

Ia mengungkapkan, Sulawesi Tengah telah mencatat capaian penurunan emisi sebesar 24,93 persen pada 2024. Namun angka tersebut masih berada di bawah target sebesar 27,3 persen.

Menurutnya, kondisi ini menjadi dorongan untuk memperkuat strategi akseleratif yang dituangkan dalam dokumen RAD GRK.

“Ini bukan alasan untuk berkecil hati, melainkan undangan untuk bekerja lebih keras dan lebih bersinergi,” ujarnya.

Sekprov berharap RAD GRK dapat menjadi peta jalan operasional lintas sektor dalam menekan emisi, meliputi sektor energi, kehutanan dan lahan, pertanian, ekosistem karbon biru, industri, hingga pengelolaan limbah.

Selain itu, dokumen tersebut juga diharapkan menjadi panduan dalam memanfaatkan peluang pendanaan berbasis kinerja melalui skema REDD+.

“Kepercayaan mitra pembangunan internasional kepada kita sangat bergantung pada kualitas dokumen dan konsistensi implementasi yang diterapkan,” sambungnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil. Mereka memberikan berbagai masukan untuk menyempurnakan dokumen RAD GRK agar lebih komprehensif dan implementatif.

Langkah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.