Ribuan Jemaat Padati Lapangan Immanuel, Anwar Hafid: Kebersamaan Kekuatan Hadapi Musibah

oleh -
oleh
IMG 20260620 WA0015
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah Arnila Hi. Moh. Ali, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, Ketua FKUB Sulawesi Tengah saat menghadiri doa bersama. FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja se-Sulawesi Tengah memadati Lapangan Immanuel dalam kegiatan Doa Bersama Peduli Gempa yang digelar Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah, Kota Palu, Jumat malam (19/6/2026).

Kegiatan bertema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” itu menjadi wujud solidaritas dan harapan masyarakat Sulawesi Tengah bagi warga yang terdampak bencana gempa bumi.

Selain dihadiri ribuan jemaat, kegiatan tersebut juga menghadirkan lima tokoh agama dalam doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, hadir langsung dan menyampaikan bahwa doa bersama tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan bentuk nyata persatuan masyarakat dalam menghadapi musibah.

“Pada kesempatan yang penuh hikmat ini, kita berkumpul bukan sekadar hadir bersama, tetapi untuk menaikkan doa bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi. Musibah ini telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat kita. Ada yang kehilangan rumah, kehilangan harta benda, bahkan kehilangan orang-orang yang mereka cintai,” kata Anwar Hafid.

Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Sulawesi Tengah dalam kegiatan tersebut merupakan kekuatan besar untuk bangkit dari setiap ujian yang dihadapi.

“Jangan melihat kegiatan ini hanya sebagai seremonial semata. Ada sesuatu yang sangat besar di balik kebersamaan ini. Lewat kegiatan seperti ini kita menunjukkan bahwa persatuan kita kuat, dan kebersamaan adalah modal utama untuk menghadapi setiap ujian yang datang,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Hafid juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada seluruh warga yang terdampak bencana.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Semoga Tuhan Yang Maha Kasih memberikan kekuatan, penghiburan, kesehatan, serta ketabahan kepada seluruh saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Gubernur turut mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, organisasi keagamaan, relawan, dan berbagai pihak yang bergerak cepat membantu warga terdampak bencana.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Semoga segala bentuk ketulusan dan pengabdian yang diberikan menjadi berkat bagi sesama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana alam.

Suasana semakin hangat ketika Gubernur mengajak seluruh jemaat menyanyikan lagu “Torang Samua Basudara” sebagai simbol kuatnya persaudaraan lintas agama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.

Kegiatan berlangsung penuh khidmat, sarat makna kebersamaan, dan menjadi cerminan kuatnya solidaritas masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.

Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah Arnila Hi. Moh. Ali, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, para pendeta, serta ribuan jemaat dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. ***