Gubernur Anwar Hafid Kerahkan Tenaga Medis dan OPD, Penanganan Darurat Pascagempa 6,7 M Dipercepat

oleh -16 views
oleh
20260617 075922
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dengan mengerahkan tenaga medis, BPBD, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

Gempa yang terjadi pada pukul 11.27 Wita itu berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpusat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Merespons kondisi tersebut, Gubernur Anwar Hafid langsung menginstruksikan seluruh perangkat pemerintah untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengerahkan tenaga medis ke sejumlah lokasi terdampak guna memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengalami cedera maupun membutuhkan bantuan medis.

Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan adanya korban tambahan serta meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan pascagempa.

Tidak hanya itu, rumah sakit diinstruksikan menyiapkan tenda pelayanan darurat di area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.

Di sisi lain, BPBD Sulawesi Tengah bersama OPD terkait telah diperintahkan menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung sementara.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari logistik hingga pelayanan kesehatan, menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat berlangsung.
Gubernur Anwar Hafid turut menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi terdampak akibat gempa.

Tim teknis dari instansi terkait akan melakukan asesmen guna memastikan keamanan bangunan sebelum kembali digunakan masyarakat.

Saat ini BPBD Sulawesi Tengah terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi resmi secara berkala kepada masyarakat.

Warga diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas setempat. ***