PALU, WARTASULAWESI.COM – Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sucipto S. Rumu, menggelar reses masa sidang di Kelurahan Nunu dan wilayah Tatura Utara, Rabu (22/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat mengemuka, khususnya dari kader lansia dan pemuda yang meminta perhatian serius pemerintah.
Salah satu aspirasi utama datang dari kader posyandu lansia yang mengeluhkan kurangnya fasilitas, terutama kursi untuk kegiatan posyandu serta kebutuhan makanan tambahan bagi warga lanjut usia.
Mereka mengaku telah mengajukan permohonan ke Dinas Sosial, namun ditolak karena belum seluruh lansia masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menanggapi hal ini, Sucipto menegaskan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Wali Kota Palu melalui instansi teknis terkait.
“Kalau ada dinas terkait hadir ini, bisa langsung dijawab. Tapi karena tidak hadir, saya akan sampaikan apa yang menjadi aspirasi ibu,” ujar Sucipto.
Dalam reses tersebut, Sucipto juga mendorong masyarakat untuk mengajukan permohonan bantuan modal usaha ke Dinas Sosial dan Dinas Koperasi dan UMKM.
“Silakan nanti ibu-ibu masukkan proposal modal usaha, karena tahun depan saya siapkan modal usaha sebesar Rp200 juta di dinas terkait,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan modal usaha ini penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Kota Palu.
Aspirasi lain disampaikan oleh Yudit Pratama yang meminta batas usia penerima program beasiswa Berani Cerdas agar dinaikkan.
Ia menilai banyak pemuda di atas usia 23 tahun masih membutuhkan peluang pendidikan yang difasilitasi pemerintah.
Menjawab hal ini, Sucipto menyatakan akan meneruskannya ke Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
“Karena bapak Gubernur Sulteng juga diusung oleh PKS, maka pertanyaan ini akan saya teruskan ke pak Gubernur, karena setahu saya Berani Cerdas ini bukan hanya untuk S1, tapi juga S2,” ungkapnya.
Reses berlangsung dalam suasana interaktif, dengan masyarakat aktif menyampaikan pandangan dan keluhan.
Setelah sesi tanya jawab, warga meninggalkan lokasi dengan tertib.
Sucipto menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi prioritas perjuangan dalam pembahasan anggaran dan program kerja DPRD Kota Palu. ***
