PSI Sulteng Buka Pintu Lebar bagi Milenial dan Gen-Z untuk Terjun ke Politik

oleh -24 views
oleh
IMG 20260915 WA0003
Kegiatan dialog publik bertajuk “Nongkrong Bareng Milenial & Gen-Z” yang digelar di Lamera Coffee, Jalan Kartini, Kota Palu, Senin (14/9/2026). FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi milenial dan Gen-Z untuk terlibat aktif dalam dunia politik.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog publik bertajuk “Nongkrong Bareng Milenial & Gen-Z” yang digelar di Lamera Coffee, Jalan Kartini, Kota Palu, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan anak muda dari berbagai kalangan.

Kegiatan yang sedianya menghadirkan Ketua Harian DPP PSI, H. Ahmad Ali, tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus berdiskusi mengenai peran anak muda dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan.

Namun, Ahmad Ali tidak dapat hadir karena kondisi kesehatannya menurun setelah menjalani rangkaian kunjungan ke sejumlah provinsi bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Ketua DPP PSI Bestari Barus menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ahmad Ali. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kehadiran PSI di tengah generasi muda tidak bergantung pada satu figur, melainkan merupakan bagian dari komitmen partai untuk memberikan ruang bagi anak muda.

Menurut Bestari, generasi milenial dan Gen-Z memiliki posisi strategis dalam politik karena menjadi kelompok pemilih yang sangat besar pada pemilu mendatang.

“Hampir 70 persen pemilih itu adalah anak-anak muda. Karena itu PSI merasa perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkiprah di dunia politik,” jelasnya.

Bestari juga mengajak generasi muda untuk tidak melihat politik sebagai sesuatu yang tabu atau identik dengan keributan.

Menurutnya, politik justru memiliki peran penting dalam menentukan berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Esensi dan tujuan dari politik sebenarnya sangat mulia, karena setiap fasilitas publik dan kebijakan sosial yang dinikmati masyarakat merupakan produk dari keputusan politik,” tandasnya.

Dialog tersebut berlangsung interaktif. Sejumlah anak muda menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi keresahan mereka, mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak mengalami kerusakan, tata kelola hasil pertanian dan perkebunan yang dinilai belum maksimal, hingga minimnya perhatian terhadap penyandang disabilitas.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, PSI menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dan mengawal persoalan yang disampaikan generasi muda.

“PSI berkomitmen untuk hadir dan mengawal serta mendampingi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.

Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum PSI Sulteng untuk memperkenalkan politik dengan pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda.

Suasana dialog dikemas santai melalui konsep nongkrong, namun tetap diarahkan untuk membangun kesadaran politik dan mendorong keberanian generasi muda mengambil peran.
PSI Sulteng menilai keterlibatan milenial dan Gen-Z tidak cukup hanya sebagai pemilih.

Mereka juga perlu diberi kesempatan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, termasuk berkiprah sebagai kader dan calon pemimpin di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Fungsionaris DPP PSI Dian Sandi dan Ustad Ade Chandra, Ketua DPW PSI Sulteng Agus Lamakarate, Sekretaris Wilayah Husin Alwi, Ketua DPD PSI Kota Palu Ismail, serta anggota DPRD Kota Palu Lewi Alik.

Kegiatan itu juga menjadi momentum penguatan kaderisasi PSI di Sulteng, dengan Hairil Samsi disebut sebagai salah satu kader utama yang turut mendapat perhatian dalam agenda tersebut. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.