PSI Peduli Hadir di Lembantongoa, Trauma Healing dan Bagikan 2.000 Paket Bantuan untuk Korban Gempa

oleh -
oleh
IMG 20260620 WA0170
Kegiatan trauma healing yang mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama relawan. FOTO : PSI PEDULI

SIGI, WARTASULAWESI.COM – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus mengalir.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah membuka posko bantuan tanggap bencana di Desa Lembantongoa sekaligus menghadirkan layanan trauma healing bagi anak-anak penyintas gempa.

Rombongan PSI Peduli yang dipimpin langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, tiba di lokasi pengungsian di Lapangan Lembantongoa pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Tak hanya membawa bantuan logistik, kedatangan relawan PSI Peduli juga menghadirkan suasana baru bagi anak-anak penyintas.

Melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama relawan sehingga perlahan mampu mengurangi rasa takut dan kecemasan pascagempa.

Lapangan pengungsian yang sebelumnya dipenuhi suasana tegang dan kekhawatiran berubah menjadi lebih hangat. Tawa dan keceriaan anak-anak kembali terdengar saat mereka mengikuti berbagai permainan dan menerima bingkisan dari para relawan.

Agus Lamakarate mengatakan pemulihan psikologis menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus mendapat perhatian setelah bencana, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma.

“Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Melalui kegiatan bermain dan interaksi yang menyenangkan, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta perlahan melupakan ketakutan yang muncul setelah bencana,” kata Agus Lamakarate.

Menurutnya, proses pemulihan korban bencana tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik dan logistik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional para penyintas.

Karena itu, PSI Peduli berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat membangkitkan semangat dan optimisme anak-anak selama berada di pengungsian.

Selain trauma healing, PSI Peduli juga menyiapkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar. Sebanyak 2.000 paket bantuan akan disalurkan kepada warga Desa Lembantongoa yang tersebar di lima dusun.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat pascagempa.

Penyalurannya akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan relawan dan pengurus PSI di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, PSI Peduli juga membuka dapur umum di lokasi pengungsian. Dapur umum tersebut disiapkan guna menyediakan makanan bagi masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian maupun warga yang terdampak langsung akibat gempa.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Adi Kabarani Repadjori, mengatakan seluruh relawan PSI Peduli akan tetap berada di lokasi untuk mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Tim PSI Peduli akan menginap di Lapangan Lembantongoa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan warga, membantu kebutuhan mereka, sekaligus memberikan dukungan moril agar para penyintas tetap kuat dan optimistis menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Adi menegaskan, kehadiran relawan bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga tidak merasa sendiri menghadapi dampak bencana.

“Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat tetap kuat, saling mendukung, dan yakin bahwa kondisi akan segera pulih,” tambahnya.

Kegiatan trauma healing, penyaluran bantuan, dan pembukaan dapur umum menjadi bagian dari upaya PSI Peduli membantu percepatan pemulihan masyarakat Desa Lembantongoa pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 17 Juni 2026.

Melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan fisik dan psikologis penyintas, PSI berharap masyarakat, khususnya anak-anak, dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang dan penuh harapan. ***