PALU, WARTASULAWESI.COM – Program beasiswa gratis BERANI Cerdas yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dinilai menjadi pintu masuk menuju panggung politik nasional.
Keberhasilan program tersebut bahkan disebut membuka peluang bagi Anwar Hafid untuk mengisi posisi strategis di kabinet, termasuk Menteri Pendidikan.
Penilaian itu disampaikan Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza.
Ia menilai Anwar Hafid memiliki kapasitas, rekam jejak, serta komitmen kuat dalam membangun sektor pendidikan di daerah.
Menurut Efriza, konsistensi Anwar Hafid dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan layak diapresiasi.
Program BERANI Cerdas yang telah memberikan beasiswa kepada 23.568 mahasiswa menjadi bukti konkret arah kepemimpinan yang berorientasi pada pembangunan manusia.
“Dengan kesuksesannya ini (BERANI Cerdas), bisa jadi Demokrat mengajukan atau bahkan pemerintah pusat melihat bahwa sosok Anwar ini sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan bisa menjadi Menteri Pendidikan,” kata Efriza, Sabtu (07/02/2026).
Ia bahkan menyebut Anwar Hafid layak menyandang predikat Bapak Pendidikan Sulawesi Tengah, mengingat dampak nyata program tersebut terhadap akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Tak hanya Menteri Pendidikan, Efriza juga menilai Anwar Hafid memiliki kapasitas untuk menjabat Menteri Dalam Negeri.
Hal itu didukung latar belakangnya sebagai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta pengalaman panjangnya di pemerintahan, mulai dari Bupati Morowali hingga kini Gubernur Sulawesi Tengah.
“Yang terpenting hingga saat ini Anwar masih menjadi aktor politik yang sangat memperhatikan sektor pendidikan. Ini menjadi citra positif atau branding positif Anwar di kancah politik nasional nantinya,” ujarnya.
Menurut Efriza, perhatian serius terhadap pendidikan menjadi diferensiasi yang kuat di tengah kompetisi politik nasional. Jika kualitas pendidikan suatu daerah ingin meningkat, maka dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi dan keberpihakan nyata terhadap sektor tersebut.
“Ini bisa memicu presepsi publik bahwa jika kualitas pendidikan sebuah daerah ingin maju, maka harus memiliki pemimpin seperti Anwar Hafid,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, nama Anwar Hafid dinilai semakin diperhitungkan sebagai figur strategis Partai Demokrat untuk memperkuat posisi partai di level nasional. ***
