Pemprov Sulsel Pelajari Keberhasilan Proyek Multi Years di Sulawesi Tengah

oleh -
oleh
IMG 20251127 WA0286 scaled
Kunjungan tim benchmarking Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis 27 November 2025. FOTO : TIM MEDIA PEMPROV SULTENG

PALU, WARTASULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerima kunjungan tim benchmarking Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis 27 November 2025.

Kunjungan ini bertujuan mempelajari keberhasilan Sulteng dalam menerapkan skema pembangunan tahun jamak (multi years) yang dinilai berhasil dan transparan sesuai supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Rombongan diterima Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sulteng, Dr. Fahrudin Yambas, M.Si, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, antara lain Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Dr. Ir. Faidul Keteng, S.T., M.Si., M.T., Kepala Dinas Cipta Karya dan SDA Dr. Andi Ruly Djanggola, S.E., M.Si., Kepala Biro PBJ Muchsin Pakaya, SE, M.Si, Irbansus Inspektorat Fitri Mastura, serta Sekdis Perkimtan Irwan.

Sementara dari Pemprov Sulsel, rombongan dipimpin Inspektur Inspektorat Marwan Mansyur, SH., MH, bersama sejumlah pejabat teknis seperti Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Ir. Andi Ihsan, ST., MM, dan Inspektur Pembantu Wilayah III Ir. H. Amiruddin, MT., CFrA., CRMP, serta pejabat bidang SDA dan infrastruktur lainnya.

Asisten Fahrudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Sulsel memperkuat komunikasi antardaerah.

Ia menilai pertukaran informasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan, terutama pada proyek multi years yang menuntut transparansi dan akuntabilitas tinggi.

Menurutnya, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah rekomendasi KPK sebagai lokus studi karena sejumlah proyek strategis berhasil dituntaskan melalui skema tahun jamak.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat di Jalan W.R. Supratman Palu, dulu Masjid Agung Darussalam yang roboh akibat gempa 7,7 SR pada September 2018.

Pembangunan masjid megah tersebut melalui perjalanan panjang, mulai dari sayembara desain pada 2020, penyusunan DED pada 2021, hingga konstruksi sejak 2023 dan kini memasuki tahap akhir.

Proyek ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Kejati Sulteng, Polda Sulteng, serta akademisi Universitas Tadulako.

Masjid Raya Baitul Khairat kini berkapasitas sekitar 10.000 jamaah, terdiri dari 8.000 laki-laki dan 2.000 perempuan. Sholat Jumat perdana dijadwalkan berlangsung besok, 28 November 2025, sebelum tabligh akbar dan peresmian pada 4 Desember 2025.

Di kesempatan yang sama, Inspektur Inspektorat Sulsel Marwan Mansyur turut menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemprov Sulteng.

Ia mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan saat ini sedang merancang paket pekerjaan multi years dengan pagu anggaran mencapai Rp3,7 triliun, meliputi pembangunan jalan, jaringan irigasi, dan rumah sakit regional.

“Kami mendapat arahan dari KPK agar mempelajari implementasi proyek multi years di Sulteng sebagai referensi,” ujarnya.

Marwan berharap agar koordinasi dan pertukaran informasi dapat terus berlanjut, sehingga praktik terbaik dalam perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan dapat diterapkan di Sulsel.

Kunjungan benchmarking ditutup dengan sesi pemaparan teknis dan diskusi mendalam terkait manajemen risiko, sistem administrasi, mekanisme pengadaan, serta pola koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur strategis. ***