Panen Raya Serentak Kuartal II, Polda Sulteng Hasilkan 644 Ton Jagung

oleh -
oleh
IMG 20250605 WA0250 scaled
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Agus Nugroho saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 di Desa Labuhan, Kabupaten Donggala, Kamis (5/6/2025). FOTO : HUMAS POLDA SULTENG

DONGGALA, WARTASULAWESI.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) bersama jajaran Polres se-Sulteng sukses melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 dengan total hasil panen mencapai 644 ton, Kamis (5/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung program nasional Swasembada Pangan.

Panen raya di wilayah Sulteng dipusatkan di Desa Labuhan, Kabupaten Donggala, dan diikuti langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, unsur Forkopimda, serta para pejabat daerah.

Pelaksanaan panen dilakukan secara serentak dan terhubung secara virtual dengan pusat kegiatan nasional di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan pejabat tinggi lainnya.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Polda Sulteng dan jajarannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui aksi nyata di lapangan.

“Hari ini Polda Sulteng dan Polres jajaran bersama unsur Forkopimda melaksanakan panen jagung serentak kuartal II,” ungkap Kombes Djoko.

Dia menjelaskan, panen serentak tersebut dilakukan di atas lahan seluas 214,4 hektare, dengan estimasi produksi mencapai 644 ton jagung.

“Apresiasi dan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh jajaran dan stakeholder terkait. Ini adalah bukti kerja keras bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan di Sulawesi Tengah,” tutup Djoko.

Program panen raya ini juga menjadi simbol sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan global. ***