PALU, WARTASULAWESI.COM – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat resmi dimulai secara serentak di 63 titik se-Indonesia, Senin (14/7/2025).
Khusus di Sulawesi Tengah, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 yang berlokasi di lingkungan Sentra Nipotowe Palu, Kabupaten Sigi, menjadi sekolah rakyat rintisan pertama yang memulai kegiatan pembelajaran Tahun Ajaran 2025/2026.
Pembukaan nasional MPLS Sekolah Rakyat ini dipusatkan di SRMP 10 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan disaksikan secara daring oleh seluruh titik pelaksana di Indonesia. SRMP 22 Sigi menjadi simbol dimulainya perjalanan pendidikan inklusif yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kepala Sentra Nipotowe Palu, Diah Rini Lesmawati, menyampaikan penguatan kepada para orang tua siswa. Ia menegaskan bahwa seluruh siswa diasuh secara penuh dalam lingkungan yang aman, bersih, dan mendukung pembentukan karakter.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat anak-anak dibentuk agar percaya diri, berani tampil, dan mampu bersaing secara setara,” ujar Diah. Ia juga meminta dukungan dari para orang tua selama masa adaptasi anak-anak di lingkungan asrama.
SRMP 22 Sigi merupakan bagian dari Tahap I pelaksanaan Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial. Program ini didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, dan dikoordinasikan oleh satuan tugas lintas kementerian, dengan Kemensos sebagai penanggung jawab operasional.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat adalah bentuk keberpihakan negara pada kelompok yang selama ini terpinggirkan.
“Sekolah Rakyat mengedepankan kesetaraan, bukan kesenjangan. Kita bangun solidaritas, bukan kompetisi yang timpang,” tegas Gus Ipul.
Ia juga menambahkan bahwa penerimaan siswa tidak berdasarkan seleksi akademik, melainkan identifikasi data kemiskinan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Semua siswa mendapat pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk tes DNA dan pemetaan potensi melalui teknologi AI.
Dalam sistem berasrama, siswa mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari asrama, makanan bergizi, pakaian delapan set, hingga dukungan pembelajaran digital. Setiap siswa mendapatkan laptop pribadi, sementara guru dibekali sistem manajemen sekolah berbasis digital.
Para orang tua siswa menyambut program ini dengan haru dan penuh rasa syukur. Puwartini, ibu dari Muhammad Akbar, tak kuasa menahan air mata saat mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Pelayanannya luar biasa. Kami sangat terbantu,” ujarnya lirih.
Fitrianti, ibu dari Muhammad Alfathir, juga mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya hanya ibu rumah tangga, suami saya sopir dengan penghasilan tidak tetap. Sekolah Rakyat ini sangat membantu. Terima kasih, Pak Prabowo,” ucapnya terharu.
MPLS ini menandai dimulainya pembelajaran perdana Sekolah Rakyat secara nasional, yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. ***
