PALU, WARTASULAWESI.COM – Komisi B DPRD Kota Palu menyoroti pentingnya keberlanjutan dan efektivitas investasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kota Palu dalam pengembangan sektor pertanian olahan, khususnya pada komoditas bawang goreng.
Investasi ini bersumber dari penyertaan modal pemerintah kota senilai Rp3 miliar yang dikucurkan pada tahun 2023.
Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, menyampaikan bahwa unit bisnis bawang goreng merupakan salah satu program unggulan Perumda yang dibentuk untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah, khususnya di wilayah Taipa, Kecamatan Palu Utara.
Penyertaan modal ini bukan hanya untuk tanam bawang, tapi untuk membangun bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir—dari petani binaan, pengolahan, hingga produk jadi bawang goreng.
“Harapannya, Perumda bisa konsolidasikan UKM dan petani agar usaha ini tumbuh sehat dan berkelanjutan, serta bisa memberikan pendapatan daerah,” ujar Rusman di Gedung DPRD Kota Palu, Selasa (6/5/2025).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan bahwa skema usaha pertanian bawang ini melibatkan kelompok petani binaan sebagai mitra kerja, dengan pemanfaatan lahan dan modal kerja yang menjadi bagian dari investasi Perumda.
Produk akhir berupa bawang goreng diharapkan menjadi komoditas lokal unggulan Kota Palu.
Rusman menegaskan bahwa penyertaan modal ini harus dikawal ketat agar benar-benar berdampak terhadap kemandirian Perumda, bukan menjadi beban APBD semata.
“Kita harap dengan penyertaan ini, Perumda bisa mandiri. Tidak terus bergantung pada subsidi, tapi bisa membiayai operasionalnya sendiri dan bahkan memberi kontribusi ke PAD ke depan,” katanya.
Rusman juga menyebut bahwa pengembangan unit bisnis semacam ini harus dievaluasi secara berkala, baik dari sisi produksi, kemitraan dengan petani, hingga distribusi dan pemasaran produk. ***
