Ketua Panitia HUT Sulteng Faidul Keteng: Tak Ada EO dan Surat Rekomendasi Gubernur untuk Penggalangan Dana

oleh -
oleh
images 9
Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Panitia Semarak Sulteng Nambaso 2025, Dr. Faidul Keteng. FOTO : IST

PALU, WARTASULAWESI.COM – Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Panitia Semarak Sulteng Nambaso 2025, Dr. Faidul Keteng, meluruskan polemik terkait pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari 19 April hingga 12 Mei 2025.

Faidul menegaskan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi atau semacam “surat sakti” kepada pihak manapun untuk keperluan penggalangan dana.

Menurutnya, yang ada hanyalah Surat Keputusan (SK) pembentukan panitia resmi.

“Pak Gub mengeluarkan SK panitia HUT ke-61 Provinsi Sulteng, dan dikepanitiaan inilah proses pencarian dana dilakukan, dibantu oleh beberapa relawan. Tidak ada keterlibatan Event Organizer (EO). Mereka yang membantu adalah anak-anak muda yang bekerja dengan suka rela, tanpa bayaran,” jelas Faidul.

Faidul pun menepis adanya tudingan bahwa gubernur memberikan mandat khusus kepada EO tertentu.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng ini menyatakan, seluruh proses dikerjakan secara transparan oleh panitia dan relawan.

“Tidak pernah ada surat sakti kepada EO dari Gubernur. Karena memang tidak ada EO yang dilibatkan. Hanya sekelompok anak muda yang ikut berpartisipasi secara sukarela,” tegasnya.

Senada dengan itu, Gubernur Anwar Hafid membenarkan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi apapun untuk keperluan penggalangan dana.

“Seingat saya, tidak pernah keluarkan surat rekomendasi apapun untuk cari dana,” terang Gubernur Anwar Hafid.
Lebih lanjut, Gubernur yang juga mantan Bupati Morowali dua periode ini mengaku selalu siap menerima kritik dari berbagai pihak, namun harus berdasarkan fakta, bukan asumsi.

“Kritikan itu seperti pil penambah stamina. Saya sudah terbiasa dikritik sejak menjabat sebagai Kepala Desa, Camat, Asisten Pemerintahan, Bupati Morowali, Anggota DPR RI, hingga sekarang sebagai Gubernur,” ujar Anwar Hafid.

Pernyataan resmi ini diharapkan dapat meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait proses pelaksanaan dan pendanaan kegiatan Semarak Sulteng Nambaso dalam rangka HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah. ***