PALU, WARTASULAWESI.COM – Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulteng, Adiman, S.H., M.Si, mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan akhlak bagi setiap aparatur sipil negara (ASN), terutama bagi mereka yang bercita-cita menduduki jabatan struktural.
Hal itu disampaikan Adiman saat memimpin apel pagi lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (7/7/2025).
Apel diikuti oleh pejabat struktural, PNS, P3K, hingga tenaga non-ASN.
“Buat apa pintar kalau akhlaknya kurang,” tegas Adiman dalam arahannya.
“ASN yang kurang disiplin dalam mengikuti apel, akan sulit dipromosikan. Bagaimana mungkin bisa memotivasi dan memberi contoh bagi stafnya nanti,” tambah Adiman.
Menurutnya, kedisiplinan adalah bagian dari akhlak, dan menjadi salah satu nilai dasar ASN yang harus ditegakkan secara konsisten.
Adiman yang juga menjabat Plt Kepala BKD Sulteng, menjelaskan pentingnya manajemen box talenta dalam promosi jabatan.
Sistem ini memastikan setiap pegawai menduduki jabatan sesuai kompetensi, potensi, dan karakteristik kepribadian, sebagai bagian dari penerapan merit system.
Terkait polemik kelulusan seleksi P3K tahap I dan II, Adiman menegaskan bahwa seluruh mekanisme merupakan kebijakan nasional, bukan keputusan pemerintah daerah.
“Optimalisasi formasi itu murni kebijakan pusat. Tujuannya untuk mencegah kekosongan jabatan dan menghindari pengangkatan tenaga non-ASN baru yang kini tidak diperbolehkan,” jelasnya.
Adiman mengajak seluruh ASN untuk membantu meluruskan informasi ke publik agar tidak terjadi kesalahpahaman atau polemik yang tidak perlu.
“Kami (BKD) hanya memfasilitasi proses ujian. Penentuan kelulusan sepenuhnya wewenang pusat,” tegasnya.
Kepada tenaga non-ASN yang belum terakomodir, Adiman berpesan untuk tetap bersabar dan terus menunjukkan kinerja terbaik.
Ia optimis pemerintah pusat akan segera menuntaskan persoalan tenaga non-ASN melalui formulasi kebijakan yang lebih tepat dan manusiawi.
“Ayo kita tetap semangat dalam bekerja sebagai abdi negara,” tutupnya penuh motivasi. ***






