Jelang Idulfitri, Wagub Sulteng Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

oleh -
oleh
IMG 20250310 WA0172 scaled
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar secara virtual, Senin, 10 Maret 2025. FOTO : TIM MEDIA AH

PALU, WARTASULAWESI.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi potensi inflasi dan cuaca ekstrem yang bisa mengganggu stabilitas daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar secara virtual, Senin, 10 Maret 2025.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, ini dihadiri oleh seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulteng dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah.

Dalam rapat tersebut, dr. Reny menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, lonjakan permintaan menjelang Idulfitri perlu diimbangi dengan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar tidak memicu inflasi.

“Kita harus memastikan stok pangan tetap aman dan harga-harga stabil menjelang Lebaran. Selain itu, perlu ada langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi distribusi logistik dan mobilitas warga,” ujar Wakil Gubernur.

Cuaca ekstrem yang kerap terjadi menjelang musim peralihan menjadi perhatian tersendiri. Fenomena ini dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan pada rantai pasok dan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sulawesi Tengah.

Rapat koordinasi ini juga membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil pemerintah daerah, mulai dari optimalisasi anggaran untuk subsidi harga, pemantauan langsung ke pasar, hingga pembentukan tim pengendali inflasi daerah yang aktif dan responsif.

Pemprov Sulteng sendiri menyatakan kesiapan penuh untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.

Upaya antisipatif seperti monitoring harga harian, penguatan cadangan logistik, serta kerja sama lintas sektor akan diperkuat menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Melalui kolaborasi yang kuat dan respons cepat terhadap kondisi cuaca dan harga pasar, Pemprov Sulteng berharap masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa terbebani oleh kenaikan harga atau gangguan distribusi kebutuhan pokok. ***